Pengaruh Tiga Taraf Masukan terhadap Beberapa Varietas Kedelai di Lahan Kering Masam di Daerah Tandun Provinsi Riau
ABSTRAK: Untuk mendapatkan
hasil yang baik, pengelolaan lahan kering masam membutuhkan teknologi yang
spesifik supaya usahatani yang dilakukan lebih efektif, efisien dan
berkelanjutan. Provinsi Riau mempunyai potensi untuk usaha pertanian tanaman,
dengan mayoritas tanaman perkebunan dan sebahagian tanaman pangan antara lain
padi gogo, kedelai, kacang tanah dan jagung. Untuk memecahkan masalah kedelai
di lahan kering diantaranya dilakukan kajian respon beberapa varietas kedelai
terhdap tiga taraf masukan di lahan kering masam Riau. Tujuan dari kajian ini
adalah untuk melihat respon beberapa varietas kedelai terhadap tiga taraf
masukan di lahan kering masam daerah Tandun Provinsi Riau. Rancangan percobaan
yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok dengan dua faktor. Faktor I
adalah taraf masukan yang terdiri dari a). Masukan rendah (50 kg.ha-1 Urea, 50
kg.ha-1 SP-36, 50 kg.ha-1 KCl); b) Masukan sedang ( 75 kg.ha-1 Urea, 100kg.ha-1
SP-36, 75 kg.ha-1 KCl dan 500 kg.ha-1 kapur); c) Masukan tinggi (75 kg.ha-1
Urea, 100 kg.ha-1 SP-36, 100 kg.ha-1 KCldan 1000 kg.ha-1 kapur). Faktor II adalah varietas kedelai yang
terdiri dari a). Anjasmoro, b). Agromulyo, c). Tanggamus, d). Kaba dan e).
Wilis. Pengamatan meliputi tinggi tanaman, jumlah cabang, jumlah polong hampa
per tanaman, jumlah polong isi per tanaman, dan hasil polong. Hasil kajian
menunjukkan taraf masukan dan varietas berpengaruh terhadap jumlah cabang,
jumlah polong hampa, jumlah polong isi dan hasil kedelai. Varietas Anjasmoro
dengan masukan tinggi memberikan hasil tertinggi (1.5 t.ha-1 ) bila
dibandingkan dengan kombinasi perlakuan lainnya. Sedangkan hasil terendah diperoleh
pada varietas Kaba dan Wilis dengan masukan rendah, yakni 0.8 t.ha-1.
Penulis: Yunizar
Kode Jurnal: jppertaniandd140173