PERFORMA DAN KONDISI USUS HALUS AYAM PEDAGING DENGAN BERAT TETAS BERBEDA APABILA DIPUASAKAN SETELAH MENETAS

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui performa dan kondisi usus halus ayam pedaging dengan berat tetas berbeda apabila dipuasakan setelah menetas.  Sebanyak 216 ekor ayam pedaging strain  Cobb umur 12 jam setelah menetas, berkelamin campur, dipelihara dalam petak kandang beralas litter dan tiap petak diisi 6 ekor ayam. Penelitian disusun berdasarkan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial (3 x 4) dengan 3 ulangan.  Faktor pertama ialah berat tetas dengan tiga  kategori  yaitu:  ringan  (30,1±0,39g),  sedang  (33,3±0,44g),  dan  berat  (33,3±0,44g),  dan  faktor kedua ialah lama pemuasaan setelah menetas (24, 36, 48, 60 jam). Respon pemuasaan diamati pada parameter performa (konsumsi pakan, tingkat pertumbuhan, dan konversi pakan), dan dimensi usus halus. Ayam yang menetas lebih berat bertumbuh lebih baik dan mencapai berat akhir yang lebih tinggi dibanding ayam yang menetas lebih ringan, dan tidak terkait dengan lama pemuasaan setelah menetas. Ayam yang dipuasakan lebih dari 48 jam setelah menetas akan mengkonsumsi pakan lebih rendah, bertumbuh lebih lambat, dan memiliki dimensi usus yang lebih kecil terutama pada  periode  pemulihan  setelah  pemuasaan.  Dampak  menekan  pertumbuhan  dari  perlakuan pemuasaan dipertahankan hingga akhir periode pemeliharaan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa performa yang lebih baik dapat dicapai apabila ayam pedaging diberi akses terhadap pakan tidak lebih dari 48 jam setelah menetas.
Kata kunci:   Berat tetas, Pemuasaan setelah menetas, Performa, Kondisi usus halus,  Ayam pedaging
Penulis: B. Syamsuriadi, Hamsah, S. Banong, W. Pakiding dan M. R. Hakim
Kode Jurnal: jppeternakandd140187

Artikel Terkait :