PERBANDINGAN TINGKAT MOTIVASI MAHASISWA YANG MENEMPUH KULIAH KONVENSIONAL DENGAN COLLABORATIVE LEARNING
ABSTRAK: Collaborative
learning adalah metode belajar kelompok yang berpusat kepada mahasiswa pada
proses pembelajarannya. Meskipun berdasar teori dan hasil-hasil penelitian
terdahulu, kuliah interaktif terbukti lebih baik dari kuliah konvensional,
namun pada kenyataannya dosen masih banyak menggunakan metode kuliah
konvensional dalam proses pembelajaran. Hal ini menyebabkan berkurangnya
motivasi mahasiswa dalam mengikuti proses pembelajaran. Kuliah dengan metode
collaborative learning termasuk salah satu kuliah interaktif. Berdasar hal-hal
tersebut di atas, maka penulis ingin mengetahui motivasi belajar mahasiswa yang
menempuh kuliah metode konvensional dibandingkan dengan metode collaborative
learning.
Metode: Penelitian kuantitatif dengan metode eksperimen, dan rancangan
post-test only with control group. Penelitian ini menilai motivasi belajar
mahasiswa yang diukur dengan Motivated Strategies for Learning Questionnaire
(MSLQ). Subjek Penelitian adalah seluruh mahasiswa Ilmu Kesehatan Masyarakat
angkatan 2011 semester dua. Mahasiswa dikelompokkan menjadi dua kelompok secara
acak. Data dianalisis dengan menggunakan uji Mann-Whitney.
Hasil: Ada perbedaan bermakna motivasi belajar mahasiswa setelah
mengikuti proses belajar dengan metode konvensional maupun dengan metode
collaborative learning. Mahasiswa yang mengikuti kuliah dengan metode
collaborative learning memiliki motivasi lebih tinggi dibandingkan mahasiswa
yang mengikuti kuliah konvensional.
Kesimpulan: Collaborative learning lebih baik dalam meningkatkan motivasi
belajar mahasiswa terhadap materi kuliah dengan topik Gizi Kesehatan
Masyarakat.
Penulis: Herman, Titi Savitri
P, Widyandana
Kode Jurnal: jpkedokterandd140006