Perbandingan Akurasi Berbagai Formula untuk Mengestimasi Laju Filtrasi Glomerulus pada Penderita Karsinoma Nasofaring Stadium Lanjut Sebelum Mendapat Kemoterapi Cisplatin

Abstract: Cisplatin adalah obat sitotoksik dengan efektivitas tinggi dan digunakan secara luas, termasuk pada karsinoma nasofaring (KNF). Salah satu keterbatasan penggunaan cisplatin adalah nefrotoksisitas, terutama pada tubulus ginjal. Formula HARUS 15-30-60 dan HADI merupakan formula baru dalam menilai laju filtrasi glomerulus (LFG) dengan memperhitungkan  fungsi tubulus. Penelitian ini bertujuan mengetahui perbandingan akurasi formula Cockroft-Gault (CG), Modification of Diet in Renal Disease (MDRD), HARUS 15-30-60, dan HADI dengan klirens kreatinin dalam menilai LFG pada penderita KNF stadium lanjut. Dilakukan penelitian analitik komparatif dengan rancangan potong lintang. Data diambil dari rekam medik penderita KNF yang akan mendapat kemoterapi cisplatin di Departemen Ilmu Penyakit Dalam Rumah Sakit Dr. Hasan Sadikin Bandung mulai Agustus 2012 sampai Agustus 2013. Data dianalisis menggunakan ANOVA dan uji concordance correlation coefficient (CCC). Subjek penelitian terdiri atas 70 subjek, 28 perempuan (40%) dan 42 laki-laki (60%), dengan usia rata-rata 42±12,3 tahun. Estimasi LFG berdasarkan MDRD, CG, dan HADI berbeda dengan klirens kreatinin (p<0,05), sedangkan estimasi LFG berdasarkan HARUS 15-30-60 tidak berbeda (p>0,05). Formula HARUS 15-30-60 memiliki CCC 0,401, lebih besar daripada CG (CCC=0,387), HADI (CCC=0,258), dan MDRD (0,136). Simpulan, formula HARUS 15-30-60 lebih akurat dibanding dengan formula CG, HADI, dan MDRD dalam menilai LFG pada penderita KNF stadium lanjut.
Kata kunci: Cockroft-Gault, formula HADI dan HARUS 15-30-60, klirens kreatinin, laju filtrasi glomerulus,  modification of diet in renal disease
Penulis: Camelia Khairun Nissa, Amaylia Oehadian, Abdul Hadi Martakusumah, Yussy Afriani Dewi
Kode Jurnal: jpkedokterandd150134

Artikel Terkait :