Daya Antibakteri Filtrat Asam Laktat dan Bakteriosin Lactobacillus bulgaricus KS1 dalam Menghambat Pertumbuhan Klebsiella pneumoniae Strain ATCC 700603, CT1538, dan S941
Abstract: Lactobacillus
bulgaricus menghasilkan asam laktat dan bakteriosin yang memiliki efek
farmakologik, di antaranya sebagai antibakteri. Klebsiella pneumoniae penyebab
pneumonia masih merupakan masalah kesehatan masyarakat di negara tropis.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya antibakteri asam laktat dan
bakteriosin L. bulgaricus terhadap berbagai strain K. pneumoniae secara in
vitro dengan menggunakan teknik agar tuang dan difusi cakram, selanjutnya data
dianalisis dengan ANAVA yang dilanjutkan dengan uji Duncan’s multiple range
test (DMRT). Penelitian dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi Rumah Sakit
Pendidikan Universitas Padjadjaran, Bandung pada bulan Agustus–Oktober 2012.
Hasil menunjukkan bahwa konsentrasi 30% filtrat asam laktat dan 20% filtrat
bakteriosin L. bulgaricus bersifat bakterisidal terhadap berbagai strain K. pneumoniae.
Semakin besar konsentrasi filtrat asam laktat dan bakteriosin L. bulgaricus
menunjukkan pengaruh peningkatan daerah hambat berbagai strain K. pneumoniae.
Analisis data dengan ANAVA yang dilanjutkan dengan uji Duncan’s multiple range
test (DMRT) menunjukkan bahwa pengaruh konsentrasi filtrat terbesar terhadap
daerah hambat K. pneumoniae diperoleh pada perlakuan konsentrasi 90% filtrat
asam laktat L. bulgaricus, sedangkan daerah hambat terbesar diperoleh K.
pneumoniae strain ATCC 700603 pada konsentrasi 90% filtrat bakteriosin sebesar
16,667 mm. Simpulan, filtrat asam laktat dan bakteriosin L. bulgaricus memiliki
daya antibakteri terhadap pertumbuhan K. pneumoniae. Besar daya antibakteri L.
bulgaricus terhadap pertumbuhan K.
pneumoniae dipengaruhi oleh jenis filtrat, konsentrasi filtrat L. bulgaricus,
dan strain bakteri K. pneumoniae.
Penulis: Prima Nanda Fauziah,
Jetty Nurhajati, Chrysanti
Kode Jurnal: jpkedokterandd150133