Penurunan Kadar Pro-adrenomedullin Mencit Balb/C Model Sepsis dengan Kortikosteroid Dosis Rendah

Abstract: Penggunaan kortikosteroid dosis rendah pada penatalaksanaan sepsis tahap awal masih diperdebatkan. Pemberian kortikosteroid dosis rendah pada sepsis dapat mengurangi respons inflamasi sitemik, menghambat produksi sitokin proinflamasi dan mediator inflamasi, serta menurunkan adhesi leukosit ke endotel. Pro-adrenomedullin (pro-ADM) merupakan biomarker keparahan sepsis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efek penggunaan kortikosteroid dosis rendah pada kadar pro-ADM serum pada mencit Balb/C model sepsis tahap awal. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratoris, dengan sampel 30 ekor mencit Balb/C jantan yang dibagi menjadi kelompok kontrol, sepsis, dan sepsis+kortikosteroid dosis rendah. Penelitian dilakukan di Laboratorium Histologi dan Biomedik, Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret Surakarta, selama periode April–September 2012. Untuk membuat model sepsis, hewan coba diinokulasi lipopolisakarisa/LPS (E. coli) dosis 0,1 mg/mencit secara intraperitoneal (i.p). Kelompok tikus kontrol tidak diinokulasi selama penelitian. Kortikosteroid dosis rendah yang digunakan adalah metil prednisolon dosis 0,05 mg/mencit/12 jam secara i.p. Mencit kontrol tidak diinokulasi selama penelitian. Kadar pro-ADM serum ditentukan menggunakan enzyme-linked immunosorbent assay (ELISA). Uji kadar pro-ADM serum menggunakan analysis of variance (ANOVA) dan untuk menentukan perbedaan kemaknaan digunakan p<0,05. Kortikosteroid dosis rendah secara bermakna menurunkan kadar pro-ADM dibandingkan dengan kelompok sepsis (33,0±2,9 pg/mL vs 48,5±6,1 pg/mL; p<0,001). Simpulan, penggunaan kortikosteroid dosis rendah menurunkan kadar pro-ADM pada hewan coba model sepsis tahap awal.
Kata kunci: Kortikosteroid dosis rendah, pro-adrenomedullin, sepsis
Penulis: Diding Heri Prasetyo, Ida Nurwati, Yoseph Indrayanto, A. Guntur Hermawan
Kode Jurnal: jpkedokterandd140358

Artikel Terkait :