Pengoptimalan Peran Apoteker dalam Pemantauan dan Evaluasi Insiden eselamatan Pasien
Abstrak: Apoteker dapat
berkontribusi dalam perawatan pasien dengan mengoptimalkan penggunaan obat dan meminimalisasi efek
obat yang tidak
diharapkan dengan cara
mengidentifikasi Medication Related Problems(MRPs), memberikan solusi
terhadap MRPs, dan mencegah MRPs melalui pelayanan farmasi klinik. Tujuan
penelitian ini adalah mengintegrasikan kegiatan farmasi klinik dengan kegiatan keselamatan
pasien untuk mengoptimalkan peran apoteker dalam pemantauan dan evaluasi
insiden keselamatan pasien (IKP). Penelitian ini merupakan penelitian kuasi
eksperimental dengan pengambilan data secara prospektif yang dilakukan pada
bulan Mei–Juli 2012 dengan subjek penelitian pasien rawat inap sebanyak 5173
pasien. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat 150 MRPs yang terjadi pada 142
pasien. MRPs dikelompokkan dalam 5 kategori insiden, yaitu Kondisi Potensial
Cedera (2,67%), Kondisi Nyaris Cedera (16,67%), Kondisi Tidak Cedera (58,66%),
Kejadian Tidak Diharapkan (22%), dan sentinel (0%). Setiap MRPs ditindaklanjuti
dengan rekomendasi yang diukur tingkat penerimaannya, yaitu diterima
sesuai rekomendasi (81,64%),
diterima dengan modifikasi
(5,70%), diterima tanpa dilakukan perubahan (12,56%.). Setelah
itu dilakukan pemetaan risk grading matrix. Integrasi kegiatan farmasi klinik
dengan kegiatan keselamatan pasien diwujudkan melalui sistem pelaporan yang
memuat MRPs, kategori insiden, dampak klinik, rekomendasi pemecahan masalah,
dan risk grading matrix.
Penulis: Wara Kusharwanti,
Sekar C. Dewi, Margarita K. Setiawati
Kode Jurnal: jpfarmasidd140010