Pengaruh Tembaga Terhadap Kandungan Pigmen dan Pertumbuhan Mikroalga Merah Porphyridium cruentum

Abstrak: Logam berat tembaga (Cu) merupakan salah satu pencemar yang paling mengkhawatirkan di wilayah pesisir dan lautan.  Berbagai  metode  telah  banyak  dikembangkan  untuk  mengatasi  dan  mengurangi  pencemaran  logam berat,  baik  secara  fisika,  kimia  dan  biologi.  Masalah  teknis  dan  biaya  yang  mahal  menyebabkan  manusia menggunakan  cara  biologis  (bioremediasi).  Salah  satu  diantaranya  menggunakan  mikroalga  Porphyridium cruentum.  Penelitian  bertujuan  untuk  mengetahui  pengaruh  tingkat  konsentrasi  logam  berat  Cu  terhadap kandungan  klorofil,  pigmen  fikobiliprotein  dan  pertumbuhan  mikroalga  P.  cruentum.  Bibit  mikroalga  diperoleh dari  Balai  Besar  Pengembangan  Budidaya  Air  Payau  Situbondo.  Rancangan  penelitian  menggunakan  metode eksperimental laboratorium. Konsentrasi logam berat Cu yang digunakan adalah 0 ppm sebagai kontrol, 1, 2, 3  dan 4 ppm. Logam berat Cu dianalisa menggunakan AAS dan pigmen (klorofil dan fikobiliprotein) menggunakan spektrofotometri  UV-Vis.Hasil  yang  didapat  menunjukkan  bahwa  logam  berat  Cu  dengan  konsentrasi  yang berbeda  memberikan  pengaruh  yang  sangat  nyata  (P<0,01)  terhadap  kandungan  pigmen  (klorofil  dan fikobiliprotein), BCF dan pengaruh nyata (P<0,05) terhadap laju pertumbuhan P. cruentum. Semakin tinggi logam berat Cu membuat laju pertumbuhan, kandungan pigmen (klorofil dan fikobiliprotein), dan BCF pada P. cruentum semakin menurun. Prosentase penyerapan logam berat Cu tertinggi sebesar  13,1 % (1 ppm), 8,2 % (2 ppm), 6,9 %  (3  ppm),  dan  2,6%  (4  ppm).  Hasil  penelitian  ini  menunjukkan  bahwa  P.  cruentum  berpotensi  sebagai bioremediator.
Kata kunci: Porphyridium cruentum; pigmen; klorofil; fikobiliprotein; pertumbuhan; tembaga
Penulis: Reza Hafiz Pranajaya, Ali Djunaedi dan Bambang Yulianto
Kode Jurnal: jpperikanandd140114

Artikel Terkait :