Pemangsaan Propagul Mangrove Rhizophora sp. Sebagai Bukti Teori Dominance-Predation

Abstract: Pemangsaan sering mentebabkan kegagalan propagul mangrove untuk tumbuh menjadi individu baru. Pemangsaan terjadi saat propagul masih bergantung pada pohon induk atau pra-penyebaran maupun setelah terlepas dan jatuh dari pohon induk atau paska-penyebaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pemangsaan propagul Rhizophora mucronata Lamk., R. stylosa Griff. dan R. apiculata Blume di Desa Pasar Banggi, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Penelitian terdiri dari 3 tahap yaitu penelitian pendahuluan untuk mengetahui dominasi spesies, penelitian deskriptif pada pra-penyebaran tentang pemangsaan propagul pra-penyebaran dan penelitian eksperimental untuk mengetahui hubungan antara dominasi spesies dengan tingkat pemangsaan propagul paska-penyebaran. Tingkat pemangsaan propagul pra-penyebaran R. stylosa terbukti paling tinggi tingkat pemangsaannya yaitu 61,06% (kisaran 45,40-76,05%), disusul R. apiculata 58,18% (47,41-68,00%) dan terendah R. mucronata 11,88% (7,06-15,71%). Selama 18 hari pengamatan tingkat pemangsaan propagul R. stylosa paling rendah di stasiun yang didominasi R. stylosa (46,67%) dibandingkan di stasiun yang di dominasi R. apiculata (63,33%) maupun R. mucronata (83,33%). Pemangsaan propagul R. mucronata paling tinggi di stasiun yang didominasi R. mucronata (95%) dibandingkan di stasiun yang di dominasi R. apiculata (55%) maupun R. stylosa (45%). Pemangsaan propagul R. apiculata paling rendah di stasiun yang didominasi R. apiculata (50% ) dibandingkan di stasiun yang di dominasi R. stylosa (70%) maupun R. mucronata (73,33%). Hasil penelitian ini berhasil membuktikan teori dominance-predation pada spesies R. stylosa dan R. apiculata, namun tidak pada R. Mucronata.
Kata kunci: pemangsaan, propagul, pra-penyebaran, paska-penyebaran, mangrove
Penulis: Rudhi Pribadi, Achmad Muhajir, Widianingsih Widianingsih, Retno Hartati
Kode Jurnal: jpperikanandd140113

Artikel Terkait :