PENGARUH ROKOK PADA PENYAKIT PARU OBTRUKTIF KRONIK (PPOK)
Abstrak: penyakit paru
obstruktif kronik (PPOK)
merupakan penyakit paru
kronik yang ditandai
dengan hambatan aliran udara di saluran nafas yang tidak
sepenuhnya reversibel dan bersifat progresif. Asap rokok merupakan satu-satunya
penyebab terpenting, jauh
lebih penting dari
faktor penyebab lain.
Kebiasaan merokok dapat
memperburuk progresivitas PPOK. Morbiditas dan mortalitas PPOK di
Indonesia sangat tinggi. Kondisi ini sangat mengkhawatirkan terutama PPOK
berhubungan dengan merokok. Fakta bahwa peningkatan prevalensi PPOK adalah
penyakit di mana penyakit ini adalah
penyakit masyarakat di
sekitar kita dan
sangat terkait dengan
merokok. Angka kesakitan penderita PPOK
laki-laki mencapai 4%,
angka kematian mencapai
6% dan angka
kesakitan wanita 2%
, angka kematian 4%.
Klasifikasi pasien PPOK
yaitu derajat 0
mempunyai hasil spirometri
yang normal, PPOK
derajat I mempunyai nilai
FEV1/FVC < 70%, FEV1 ≥ 80%,
PPOK derajat II
mempunyai nilai FEV1/FVC
< 70%; 50%
< FEV1 < 80%,
pasien PPOK derajat
III mempunyai nilai
FEV1/FVC < 70%;
30% < FEV1
< 50%, dan
pasien PPOK derajat
IV mempunyai nilai FEV1/FVC
< 70%; FEV1
< 30% atau
< 50%. Beberapa
pemeriksaan dalam mendiagnosis
pasien dengan PPOK adalah
anamnesis, pemeriksaan fisik,
pemeriksaan laboratorium, tes
spirometri dan pemeriksaan radiografi, tetapi
pemeriksaan spirometri wajib
dilakukan kepada setiap
orang yang mengidap
PPOK, namun kalangan praktisi
kesehatan seringkali kesulitan mengakses spirometri.
Kata kunci: derajat penyakit
paru obstruktif kronik (PPOK), diagnosis,
penyakit paru obstruktif kronik, prevalensi
Penulis: Putri Fitriana Eka
Susanti
Kode Jurnal: jpkedokterandd150162