Pengaruh Pemberian Garam Epsom Terhadap Hasil dan Kualitas Benih Empat Kultivar Wijen (Sesamum indicum L.) di Lahan Pasir Pantai
Abstrak: Luas areal pertanaman
wijen di Indonesia mengalami penurunan karena digunakan untuk budidaya tanaman
pangan. Keberadaan lahan pasir pantai yang belum termanfaatkan secara optimal
dapat menjadi alternatif areal budidaya wijen. Salah satu kekurangan lahan
pasir pantai adalah ketersediaan sulfur dan magnesium sangat rendah, padahal
unsur tersebut sangat penting bagi tanaman penghasil minyak dari biji.
Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemberian garam epsom terhadap hasil
dan kualitas benih wijen. Penelitian dilaksanakan di lahan pasir pantai Samas
Bantul, Yogyakarta menggunakan rancangan petak terbagi dengan 4 blok sebagai
ulangan. Perlakuan petak utama adalah takaran garam epsom terdiri dari 0
(kontrol); 76,92; 153,85; dan 230,77 kg/ha. Perlakuan anak petak adalah
kultivar wijen yaitu Sumberrejo-1, 2, 3, dan 4. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa pengaruh garam epsom tergantung kultivar. Penambahan pupuk garam epsom
pada kultivar Sumberrejo-1 dan 2 dapat meningkatkan daya berkecambah dan indeks
vigor. Penambahan pupuk garam epsom pada kultivar Sumberrejo-3 dapat
meningkatkan daya hasil dan daya berkecambah. Pada kultivar Sumberrejo-1
penambahan 148,5 kg/ha garam epsom mampu menghasilkan benih dengan indeks vigor
optimal.
Penulis: Danik Rahmawati,
Taryono, dan Rohlan Rogomulyo
Kode Jurnal: jppertaniandd140180