PENGARUH METODE PEMBAGIAN VISUAL DENGAN DAN TANPA COATING TERHADAP KESERAGAMAN BOBOT PUYER ISONIAZID DOSIS BESAR UNTUK TERAPI ANAK DENGAN HIV/AIDS-TB
Abstract: Tuberkulosis (TB)
merupakan infeksi oportunistik yang paling sering menjadi ko-infeksi HIV.
Rekomendasi pengobatan TB pada anak yang terinfeksi HIV pada saat ini sama
dengan pengobatan untuk anak tanpa infeksi HIV yaitu minimal selama 6 bulan,
salah satu obat yang digunakan yaitu Isoniazid. Pemberian obat pada pasien anak
masih banyak diresepkan oleh dokter dalam bentuk sediaan puyer. Cara pembagian
puyer yang paling banyak dilakukan adalah secara visual, dikarenakan lebih
cepat dan praktis. Namun, pembagian secara visual memungkinkan terjadinya
variasi dalam bobot dan kandungan puyer terkait keterbatasan dalam kemampuan
pengamatan secara visual, ketelitian, ketrampilan, serta waktu dalam menyiapkan
sediaan puyer. Metode : Dilakukan pembagian serbuk menggunakan metode pembagian
secara visual dengan atau tanpa coating untuk mendapatkan puyer Isoniazid dosis
besar (250 mg) sebanyak 60 bungkus dengan menggunakan metode 6-6, 10-10, 15-15,
20-20, dan 30-30. Selanjutnya dilakukan penentuan keseragaman bobot puyer yang
mengacu pada persyaratan Farmakope. Hasil : Dengan adanya metode coating
diketahui menyebabkan persentase bobot kehilangan yang lebih kecil dibandingkan
tanpa coating (Tabel B.1), sedangkan berdasarkan hasil pengujian keseragaman
bobot untuk puyer Isoniazid dosis besar (250 mg), belum diperoleh hasil yang memenuhi
persyaratan Farmakope edisi III, namun dengan semakin sedikit pembagian visual
dalam sekali mata pandang menunjukan hasil pengujian keseragaman bobot yang
lebih baik. Hal ini dilihat dari semakin sedikitnya serbuk yang penyimpangan
> ±15%, semakin sedikit yang berada pada rentang ±10-15%, dan semakin banyak
jumlah serbuk yang berada pada rentang <±10% (Tabel B.2). Kesimpulan : Pada
penelitian ini berdasarkan hasil penentuan keseragaman bobot puyer menurut
Farmakope Indonesia edisi III untuk puyer Isoniazid dosis besar (250 mg),
diperoleh hasil yaitu dengan adanya coating dan semakin sedikit pembagian
visual dalam sekali mata pandang menunjukan hasil pengujian keseragaman bobot
yang lebih baik.
Penulis: Maharani, A.A.S.N.,
Pratama, K.M., Niruri, R., Dewantara, I G.N.A., Wati, K. D.K., Wiradotama, I
G.B.G.
Kode Jurnal: jpfarmasidd130205