PENGARUH LATIHAN RANGE OF MOTION PASIF TERHADAP LUAS GERAK SENDI PINGGUL PADA LANSIA DI BALAI PENYANTUNAN LANJUT USIA SENJA CERAH PANIKI
Abstrak: Masa tua merupakan
masa di mana seseorang akan mengalami kemunduran fisik, mental dan sosial
secara bertahap. Jumlah lansia di Indonesia, berdasarkan hasil sensus penduduk
tahun 2010 adalah 18,1 juta jiwa atau 9,6% dari jumlah penduduk. Sendi pada
lansia akan mengalami penurunan elastisitas, yang dapat mengakibatkan kekakuan
di mana sebagian besar terjadi pada sendi yang menahan berat, seperti sendi
pinggul. Latihan ROM merupakan salah satu altenatif latihan untuk
mempertahankan atau memperbaiki tingkat kesempurnaan kemampuan menggerakkan
persendian secara normal, dan secara pasif dapat memaksimalkan luas gerak
sendi. Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis pengaruh latihan ROM pasif
terhadap luas gerak sendi pinggul pada lansia di BPLU Senja Cerah Paniki.
Rancangan penelitian yaitu quasi eksperimen, dengan one group pre-posttest.
Subjek penelitian berjumlah 9 orang, yang diberikan latihan ROM pasif sebanyak
5 kali dalam seminggu selama 3 minggu. Luas gerak sendi pingul diukur sebelum
diberikan latihan ROM pasif dan setelah 3 minggu diberikan latihan ROM pasif.
Uji statistik yang digunakan yaitu uji t paired sample, untuk data yang
berdistrubusi normal dan uji wilcoxon, untuk data yang tidak berdistribusi
normal, dengan tingkat kemaknaan 95% ( = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan
bahwa latihan ROM pasif dapat mempengaruhi luas gerak sendi pinggul,
masing-masing pada gerakan fleksi (nilai p = 0,000), hiperekstensi (nilaip =
0,002), abduksi (nilai p =0,011), dan adduksi (nilai p = 0,008).
Penulis: Christi Viviane
Tulandi, Rina Kundre, Wico Silolonga
Kode Jurnal: jpkeperawatandd140152