Pengaruh Cairan Penyari terhadap Rendemen dan Kadar Tanin Ekstrak Daun Jambu Biji (Psidium guajava L.)
Abstrak: Daun jambu biji
(Psidium guajava L.) telah digunakan masyarakat dan diproduksi oleh industri
sebagai antidiare. Zat aktif yang berperan sebagai antidiare dalam daun jambu
biji adalah tanin. Tanin merupakan senyawa fenol yang larut dalam air, etanol
atau campuran air-etanol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh
cairan penyari terhadap rendemen dan kadar tanin dalam ekstrak pada daun jambu
biji dan untuk mengetahui cairan penyari yang paling optimal
untuk pembuatan ekstrak
daun jambu biji
dengan kadar tanin
yang paling maksimal.
Penelitian ini dilakukan dengan
mengekstraksi daun jambu biji (Psidium guajava L.) secara maserasi dengan
cairan penyari etanol 50%, 70%, 90%. Ekstrak kental yang diperoleh kemudian
dihitung rendemennya dan dianalisis kandungan taninnya. Analisis kuantitatif
tanin dilakukan dengan metode titrasi permanganometri. Pada penelitian ini
menunjukkan bahwa secara kualitatif ekstrak etanol daun jambu biji mengandung
tanin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cairan penyari mempengaruhi rendemen
dan kadar tanin ekstrak daun jambu biji. Rendemen ekstrak untuk masing-masing
ekstrak etanol 50%, 70%,
90% adalah 22,07%;
31,87%; 25,13%. Kadar
tanin dalam ekstrak
yang diperoleh dari
masing-masing ekstrak etanol 50%, 70%, 90% adalah 23,37%; 14,28%;
10,96%. Cairan penyari yang paling optimal untuk pembuatan ekstrak daun jambu
biji dengan kadar tanin paling banyak adalah etanol 50%.
Penulis: ARUM TRIYAS WARDANI,
FRANSISKA LEVIANA
Kode Jurnal: jpfarmasidd100026