Manfaat Intervensi Dini Anak Usia 6–12 Bulan dengan Kecurigaan Penyimpangan Perkembangan

Abstract: Penyimpangan perkembangan masih merupakan masalah bagi anak di Indonesia. Untuk meminimalkan penyimpangan perkembangan yang dicurigai maka intervensi perkembangan secara dini dapat dilakukan sebagai upaya untuk merangsang berbagai aspek perkembangan. Tujuan penelitian untuk mengetahui manfaat intervensi perkembangan secara dini terhadap anak usia 6–12 bulan yang mengalami kecurigaan penyimpangan perkembangan. Penelitian intervensi tes pra dan pasca dilakukan selama bulan Januari–Maret 2011. Subjek adalah anak sehat usia 6–12 bulan di kelurahan Cibangkong dan Kebongedang Kiaracondong, Bandung. Penapisan perkembangan anak dilakukan dengan menggunakan kuesioner praskrining perkembangan (KPSP) dengan interpretasi hasil sesuai, meragukan, dan penyimpangan. Apabila didapatkan hasil yang meragukan maka orangtua diajarkan melakukan intervensi setiap hari di rumah selama 2 minggu dengan pemantauan setiap 2 hari dengan menggunakan kartu harian. Apabila masih terdapat hasil meragukan pada pascaintervensi, maka dilakukan intervensi ulang selama 2 minggu dengan pengawasan seperti sebelumnya. Analisis perbedaan pra dan pascaintervensi dini dilakukan dengan Tes Cochran. Dari 242 anak sehat yang diperiksa terdapat 208 (86,0%) anak dengan perkembangan sesuai, 33 (13,6%) anak perkembangan meragukan, dan 1 (0,4%) anak mengalami penyimpangan perkembangan. Drop out terjadi pada 1 dari 33 anak karena dirawat di rumah sakit. Setelah intervensi kecurigaan penyimpangan perkembangan turun menjadi 12/32 setelah 2 minggu, dan 4/32 pada akhir intervensi (p<0,001). Simpulan: terdapat manfaat intervensi dini anak usia 6–12 bulan yang mengalami kecurigaan penyimpangan perkembangan
Kata kunci: Deteksi dini, kuesioner praskrining perkembangan
Penulis: Anne Susanty, Eddy Fadlyana, Heda Melinda Nataprawira
Kode Jurnal: jpkedokterandd140356

Artikel Terkait :