Kadar Hypoxia Inducible Factor-1α pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 Disertai Mikroalbuminuria dan Retinopati
Abstract: Diabetes melitus
tipe 2 (DMT2) sampai saat ini masih menjadi masalah kesehatan karena bersifat
progresif dan menimbulkan komplikasi. Menurut data epidemiologi dari
International Diabetes Federation (IDF) tahun 2011, dinyatakan bahwa retinopati
diabetik sering kali mendahului mikroalbuminuria. Komplikasi tersebut diawali
oleh disfungsi endotel yang akan meningkatkan sekresi sitokin yang menginduksi
angiogenesis dan limpangiogenesis. Pada keadaan hipoksia akibat perubahan
mikrovaskular, hypoxia inducible factor-1 alpha (HIF-1α) disekresikan dan akan
merangsang produksi vascular endothelial growth factor (VEGF) yang menginduksi
angiogenesis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kadar HIF-1α
plasma penderita DMT2 dengan mikroalbuminuria dan retinopati diabetik.
Penelitian menggunakan rancangan studi potong lintang terhadap 158 penderita
DMT2 yang berobat di poliklinik endokrinologi Rumah Sakit Dr. Hasan Sadikin
Bandung periode Juli─Desember 2012. Data dianalisis menggunakan uji-t, Mann
Whitney, dan multivariate analysis of variance (MANOVA). Subjek penelitian
terdiri atas 82 orang pria (51,9%) dan 76 orang wanita (48,1%). Delapan puluh
orang (50,6%) normoalbuminuria dan 78 orang (49,4%) mikroalbuminuria. Pada
penelitian ini didapatkan 38 orang dengan retinopati diabetik (24,1%). Median
kadar HIF-1α kelompok mikroalbuminuria adalah 0,103 (0,041–0,735) ng/mL dan
pada normoalbuminuria 0,144 (0,041–0,481) ng/mL (p=0,257). Median kadar HIF-1α
kelompok retinopati positif 0,041 (0,041–0,33) ng/mL, sedangkan kelompok tanpa
retinopati 0,167 (0,041–0,735) ng/mL dengan p<0,01. Simpulan, kadar HIF-1α
plasma yang rendah atau normal bergantung pada derajat retinopati diabetik.
Kadar HIF-1α plasma yang tinggi pada penderita tanpa retinopati diabetik,
menunjukkan akan terjadi retinopati diabetik di masa mendatang.
Penulis: Yumilia Hoo, Hikmat
Permana, Nanny Natalia M Soetedjo, Augusta Y. L. Arifin
Kode Jurnal: jpkedokterandd140365