IMPLIKASI MOBILITAS PENDUDUK DAN GAYA HIDUP SEKSUAL TERHADAP PENULARAN HIV/AIDS
Abstract: Tersedianya sarana
transportasi dan komunikasi modern mengakibatkan terjadinya revolusi mobilitas
penduduk. Masalah penelitian adalah bagaimana implikasi dari mobilitas penduduk
dan gaya hidup seksual terhadap peyebaran HIV/AIDS di Kabupaten Jember. Tujuan
penelitian untuk menganalisis implikasi dari mobilitas penduduk dan gaya hidup
seksual terhadap peyebaran HIV/AIDS. Metode penelitian dengan mixmethod
kuantitatif dan kualitatif, menggunakan sumber data sekunder dengan telaah
dokumen serta melalui indept interview pada petugas LSM yang bergerak di bidang
penanggulangan HIV/AIDS di kabupaten Jember. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
saat ini banyak penduduk yang melakukan mobilitas vertikal dengan meninggalkan
pekerjaan sebagai petani untuk menjadi buruh pabrik atau pekerjaan lain di
daerah perkotaan. Hal ini memungkinkan penduduk laki-laki yang melakukan seks
pra nikah atau di luar nikah dengan wanita penjaja seks, sedangkan dari
penduduk wanita yang melakukan mobilisasi ke kota dihadapkan pada kondisi
”survival sex” karena tidak memiliki ketrampilan dan pendidikan yang memadai. Saat
ini di Kabupaten Jember telah teridentifikasi lokalisasi ilegal yang berjumlah
15 titik dan jumlah penderita HIV/AIDS meningkat setiap tahun. Simpulan
penelitian, mobilitas penduduk dan gaya hidup seksual berimplikasi terhadap
peyebaran HIV/AIDS.
Penulis: Dewi Rokhmah
Kode Jurnal: jpkesmasdd140138