Identifikasi Steviosida pada Kalus Daun Stevia yang Ditumbuhkan dengan 2,4-D dan Kinetin
ABSTRAK: Tanaman Stevia
dipanen daunnya karena
terasa manis. Rasa
manis daun Stevia
karena mengandung steviosida,
rebaudiosida dan dulkosida. Keunggulan steviosida
dan rebaudiosida adalah rendah
kalori, tidak dapat
difermentasi oleh bakteri
dalam mulut serta
bersifat nonkarsinogenik. Keunggulan ini
menyebabkan steviosida dapat digunakan
sebagai pengganti gula,
khususnya bagi penderita diabetes
mellitus; penderita obesitas
dan untuk pemanis
pasta gigi. Tujuan penelitian
ini adalah untuk mendapatkan
medium tanam eksplan
daun Stevia yang
mampu menghasilkan kadar steviosid paling
tinggi. Eksplan berasal
dari tanaman Stevia
yang tumbuh di
Surakarta. Medium tumbuh yang
digunakan adalah medium New
Phaleonopsis (NP) ditambah zat
pengatur tumbuh zpt) kombinasi 2,4-dichlorophenoxyacetic Acid (2,4-D) dan Furfuril Amino
Purin (kinetin), masing-masing dengan kadar
kinetin 1 ppm;
2,4-D 0,25 ppm dan kinetin
0,75 ppm; 2,4-D 0,5
ppm dan kinetin
0,5 ppm; 2,4-D 0,75
ppm dan kinetin
0,25 ppm dan
2,4-D 1 ppm.
Kalus dimaserasi dengan
n-butanol, diteruskan analisis dengan KLT densitometri. Kadar steviosida
dalam kalus dibandingkan dengan kadar steviosid
pada tanaman asal.
Kadar steviosida tertinggi didapatkan
pada kalus yang
tumbuh pada medium NP ditambah 1
ppm kinetin, yaitu
sebesar 10,625 ppm.
Kadar steviosida lebih
tinggi dari tanaman asal. Kadar
steviosida pada daun Stevia 0,65 ppm.
Penulis: KARTINAH
WIRYOSOENDJOYO, SUPRIYADI
Kode Jurnal: jpfarmasidd140018