HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN PERILAKU PENCEGAHAN DINI KEKAMBUHAN PADA PASIEN ASMA BRONKHIAL DI RSUD DR. MOEWARDI
ABSTRACT: Asma adalah suatu
keadaan dimana saluran nafas mengalami penyempitan karena hiperaktivitas terhadap
rangsangan tertentu, yang menyebabkan peradangan. Data kunjungan
pasien di instalasirawat inapRSUD Dr. Moewardi Surakarta tahun 2010 jumlah
penderitaasma mencapai 354 pasien, dan
di bulan Januari-Desember tahun
2011 didapatkan angka pasien yang
dirawat menderita asma sebanyak 540 orang.
Data ini menunjukkan
ada peningkatan penderita asma
setiap tahunnya diRSUD Dr. Moewardi
Surakarta.
Tujuan: Untuk mengetahui
hubungan tingkat pengetahuan
pada pasien dengan pencegahan
dini kekambuhan asma bronkhial diRSUD
Dr. Moewardi Surakarta. Metode: Penelitianini menggunakan metode survei
dengan pendekatan kuantitatif. Populasi
seluruh pasien asma bronkhial yang dirawat
di instalasi rawat inap
dan rawat jalan RSUD Dr Moewardi
dengan menggunakan teknik Accidental sampling dengan jumlah20 orang
sebagai sampel. Pengumpulandata
menggunakan kuesionertertutup untuk menjaringdata tingkat pengetahuan pada pasiendan data
pencegahan dini kekambuhan
asma bronchial. Analisis
datanya menggunakan rumus
korelasi non parametris Spearman’s Rank dengan
bantuan program statistik SPSS
16.00 for Windows.
Hasil Penelitian: Terdapat
hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan
pencegahan kekambuhan penderita asma
bronkhial diRSUD Dr. Moewardi Surakarta,
dengan hasil koefisien korelasi Spearman’s Rank
sebesar 0,693 dengan angka
sig./probabilitas (p) sebesar 0,001.
Kesimpulan: Terdapat hubungan bermakna sebagai berikut: makin tinggi skor
pengetahuan pasien tentang asma bronkhialmaka makin baik skor pencegahan
dini kekambuhannya. Selain itu diperoleh
kesimpulan pula bahwa tingkat pengetahuan dan pencegahan dini kekambuhan
penderita asma bronkhial paling banyak mempunyai kategori sedang atau cukup.
Penulis: Kurniawati Iswi
Utami, Nanang Sri Mujiono, Cemy Nur Fitria
Kode Jurnal: jpkeperawatandd140016