HUBUNGAN STRES DENGAN KEJADIAN ACNE VULGARIS PADA MAHASISWA SEMESTER V (LIMA) PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SAM RATULANGI MANADO
Abstrak: Acne Vulgaris adalah
salah satu penyakit kulit yang sering menjadi masalah bagi remaja dan dewasa
muda. Banyak faktor resiko yang dapat mempengaruhi timbulnya penyakit ini,
seperti faktor genetik, hormonal, stres, mikroorganisme Propionibacterium
Acnes, dan faktor lingkungan lainnya. Kondisi stres dan gangguan emosi dapat
menyebabkan eksaserbasi acne ini disebabkan oleh meningkatnya produksi hormon
androgen dari kelenjar adrenal dan sebum, bahkan asam lemak dalam sebum pun
meningkat. Tujuan penelitian untuk menganalisis hubungan stres dengan kejadian
acne vulgaris. Metode penelitian yang digunakan yaitu analitik dengan
menggunakan pendekatan case control. Teknik pengambilan sampel pada penelitian
ini yaitu simple random sampling dengan jumlah 36 sampel. Pengumpulan data
dilakukan dengan menyebarkan kuesioner dan observasi. Analisis data menggunakan
uji chi square, pada tingkat kemaknaan 95% (α 0,05). Hasil penelitian
menunjukkan bahwa (50,0%) responden menderita acne vulgaris dan sebagian besar
mahasiswa mengalami stres sebanyak (99,9%). Uji statistika dari stres dan
kejadian acne vulgaris mendapati pvalue= 0,037. Ini berarti bahwa nilai p lebih
kecil dari α=0.05. Kesimpulan ini menunjukkan bahwa ada hubungan antara stres
dengan kejadian acne vulgaris pada mahasiswa semester V (Lima) Program Studi
Ilmu Keperawatan Universitas Sam Ratulangi Manado.
Penulis: Cindy K Manarisip,
Billy J Kepel, Sefty S Rompas
Kode Jurnal: jpkeperawatandd150056