Hubungan Lima Parameter Kraniofasial dengan Skor Cormack-Lehane pada Anak Indonesia Usia 4–12 Tahun
Abstract: Penilaian jalan
napas sangat penting dilakukan, terutama pada pasien anak. Pedoman yang ada
pada dewasa tidak dapat dipakai pada populasi pediatri. Tujuan penelitian ini
untuk mengetahui hubungan antara lima ukuran parameter kraniofasial dan skor
Cormack-Lehane pada populasi anak usia 4–12 tahun di Indonesia. Penelitian ini
bersifat observasional analitik yang dilakukan di Rumah Sakit Dr. Cipto
Mangunkusumo Jakarta dari Maret sampai September 2013. Pengumpulan data
dilakukan secara berurutan pada 134 pasien yang menjalani anestesia umum.
Pengukuran dilakukan dari jarak tepi bawah bibir ke ujung mentum, jarak angulus
mandibula ke ujung mentum, jarak tragus telinga ke sudut bibir, jarak
mentohioid dan jarak antara angulus mandibula kanan dan kiri. Tingkat kesulitan
laringoskopi dinilai menggunakan skor Cormack-Lehane, kemudian dibagi menjadi
mudah dan sulit. Analisis data dilakukan menggunakan Uji Mann-Whitney dan uji-t
tidak berpasangan untuk mencari hubungan antara lima parameter tersebut dan
skor Cormack-Lehane. Penelitian ini tidak mendapatkan hubungan yang bermakna
antara semua parameter kraniofasial di atas dan skor Cormack Lehane (nilai p
berturut adalah 0,349; 0,638; 0,499; 0,765; dan 0,301). Simpulan, pada populasi
anak Indonesia usia 4–12 tahun, lima parameter kraniofasial tidak dapat
digunakan untuk prediksi kesulitan visualisasi laring.
Penulis: Christoper Kapuangan,
Jemmy Wilson Tanod, Andi Ade Wijaya R., Ratna Farida Soenarto
Kode Jurnal: jpkedokterandd140402