Hubungan Kadar βHCG Praevakuasi, Gambaran Histopatologi, dan Kista Lutein dengan Performa βHCG pada Penderita Mola Hidatidosa yang Berkembang Menjadi PTG dan Kembali Normal
Abstract: Insidensi penyakit
trofoblas di Indonesia maupun negara berkembang masih cukup tinggi dibandingkan
dengan negara maju. Hal yang perlu diwaspadai adalah terjadinya penyakit
trofoblast gestasional (PTG) pascaevakuasi mola hidatidosa berkisar 10-20%.
Beberapa variabel klinis telah diteliti sebagai variabel faktor risiko
keganasan seperti kadar β-human chorionic gonadotropin (βHCG) praevakuasi,
gambaran histopatologi, dan terdapat kista lutein. Tujuan penelitian ini adalah
mengetahui hubungan kadar βHCG praevakuasi, gambaran histopatologi dan kista
lutein dengan performa penurunan βHCG pada penderita mola. Metode penelitian
yang digunakan adalah case control study pada penderita mola hidatidosa komplet
di Rumah Sakit Dr. Hasan Sadikin Bandung selama periode tahun 2007-2011. Hasil
penelitian menunjukkan hubungan bermakna kadar βHCG ≥100.000 mIU/mL dengan
keganasan pascamola (p<0,05), terdapat hubungan bermakna gambaran
histopatologi proliferasi berlebih dengan keganasan pascamola (p<0,05), dan
terdapat hubungan bermakna kista lutein positif dengan keganasan pascamola
(p<0,05). Simpulan penelitian ini adalah variabel kadar βHCG praevakuasi
≥100.000 mIU/mL, gambaran histopatologi proliferasi berlebih, dan kista lutein
positif memiliki korelasi dengan keganasan pascaevakuasi mola. Variabel faktor
risiko tersebut dapat digunakan untuk
memilahkan penderita mola hidatidosa komplet risiko tinggi atau risiko rendah
untuk kejadian keganasan dan variabel faktor risiko keganasan tersebut berpengaruh
pada performa penurunan kurva regresi βHCG.
Penulis: Yudi Mulyana Hidayat,
Supriadi Gandamihardja, Sofie Rifayani Krisnadi
Kode Jurnal: jpkedokterandd140418