Hubungan Antara Tingkat Stres Dengan Siklus Menstruasi Pada Siswi Kelas 2 Di SMA N 1 Kendal
Abstract: Menstruasi adalah
perdarahan dari uterus sebagai tanda bahwa alat kandungan menjalankan
fungsinya. Panjang siklus menstruasi ialah jarak antara tanggal mulainya
menstruasi yang lalu dan mulainya menstruasi yang baru. Panjang siklus
menstruasi yang normal ialah 28 hari. Namun beberapa perempuan memiliki siklus
menstruasi tidak teratur yang disebabkan karena pusat pengatur stres di otak
sangat dekat lokasinya dengan pusat pengaturan menstruasi .Stres merupakan
suatu respon fisiologis, psikologis dan perilaku dari manusia yang mencoba
untuk mengadaptasi dan mengatur baik tekanan internal dan eksternal
(stresor).Tujuan : Membuktikan adanya hubungan antara tingkat stres dengan
siklus menstruasi pada siswi kelas 2 SMA N 1 Kendal.Metode : Penelitian ini
menggunakan metode survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi
dalam penelitian ini meliputi para siswi kelas 2 di SMA N 1 Kendal dengan
jumlah siswa 190 orang. Pengambilan sampel menggunakan Tehnikproppartional
stratified random sampling dan didapatkan sampel sebanyak 66 orang. Analisis
univariat dilakukan untuk mengetahui gambaran responden menurut variable yang
diteliti dalam bentuk tabel distribusi frekuensi, sedangkan analisis bivariat
menggunakan uji chi-square.Hasil : Pada akhir penelitian didapatkan sebanyak 38
responden (57,6 %) mengalami stres ringan dengan perincian 23 responden (34,8
%) dengan siklus menstruasi yang normal dan 15 responden (22,7 %) dengan siklus
menstruasi yang tidak normal (polimenorea dan oligomenorea). Nilai p = 0,012(
p< 0,050).Kesimpulan : Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat
stres dengan siklus menstruasi.
Penulis: Sekar Pinasti, Gunadi,
Merry Tiyas Anggraini
Kode Jurnal: jpkedokterandd120181