HAMBATAN ADOPSI INTEGRASI JAGUNG DAN TERNAK SAPI DI KABUPATEN MAROS, GOWA DAN TAKALAR
ABSTRAK: Integrasi jagung
dan ternak sapi
telah lama diperkenalkan
baik melalui demplot
maupun kegiatan penyuluhan lainnya.
Namun demikian, adopsi
oleh petani masih
rendah dan belum meluas. Penelitian
ini bertujuan mengetahui
faktor yang menghambat
adopsi teknologi integrasi jagung dan
ternak sapi. Jenis
penelitian adalah penelitian
survei yang dilakukan
di kabupaten Maros (jagung
pulut), kabupaten Gowa
(jagung kuning) dan
kabupaten Takalar (jagung
manis). Pengumpulan data
menggunakan metode delphie tiga tahap yaitu tahap pertama mengeksplorasi faktor
yang menghambat dan tahap kedua dan ketiga menentukan prioritas masalah yang
paling menghambat petani dalam
mengadopsi teknologi. Faktor
yang paling menghambat
adopsi pemanfaatan limbah jerami sebagai pakan ternak di kabupaten Maros
adalah tidak adanya tempat penampungan
pakan, di kabupaten
Takalar adalah ketidaktahuan
petani dalam mengolah
jerami dan di kabupaten Gowa adalah masih banyaknya alternatif pakan
yang lain. Faktor penghambat adopsi
teknologi pemanfaatan limbah feces sebagai pupuk organik di kabupaten Gowa dan
Takalar adalah ketidaktahuantahuan petani dalam membuat pupuk organik sedangkan
di kabupaten Maros adalah dibutuhkannya biaya untuk membuat pupuk organik.
Penulis: Syahdar Baba, Sitti
Nurani Sirajuddin, Agustina Abdullah, Muhammad Aminawar
Kode Jurnal: jppeternakandd140192