FERMENTASI KULIT KAKAO (THEOBROMA CACAO) SEBAGAI BAHAN BAKU PAKAN LELE SANGKURIANG (CLARIAS GARIEPINUS)
ABSTRACT: Pemanfaatan kulit
kakao (Theobroma cacao) selama ini digunakan untuk pakan ternak dan pupuk
organik. Kulit buah kakao belum banyak dikaji pemanfaatannya sebagai bahan
pakan ikan. Penelitian dilakukan untuk mengetahui nilai nutrisi kulit kakao
yang difermentasi dengan Rhizopus oligosporus dalam bentuk tepung dan pengaruh
pemanfaatan kulit kakao terhadap pertumbuhan lele sangkuriang (Clarias
gariepinus). Penelitian dilakukan dengan menggunakan 4 perlakuan yaitu pakan
dengan kandungan protein normal sebagai kontrol, pakan dengan tepung kulit
kakao 20%, pakan dengan tepung kulit kakao 25% dan pakan dengan tepung kulit kakao 30%. Ikan uji lele
sangkuriang dipelihara dalam kolam terpal
berukuran 200 x 100 x 50 cm dengan 100 ekor ikan uji setiap kolam. Metode
pemberian pakan dengan cara ad libitum sebanyak tiga kali sehari selama 60 hari
pemeliharaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pakan uji yang terbaik yaitu
pakan kontrol. Pakan uji dengan tepung kulit kakao 30% memberikan hasil yang
lebih baik dibandingkan pakan dengan tepung kulit kakao 20% dan pakan dengan
tepung kulit kakao 25%. Pakan kontrol memberikan hasil pertumbuhan mutlak
sebesar 75,67 gram dan pertumbuhan harian sebesar 1,26 gram/hari. Konversi
pakan pada perlakuan kontrol 1,32
berbeda nyata terhadap perlakuan lainnya (P<0,05). Modifikasi metode
fermentasi perlu dilakukan untuk mengurangi faktor anti nutrisi dalam kulit
buah kakao dengan pemanfaatan lebih banyak jenis mikroba.
Penulis: Ari Pratama, Limin
Santoso, Wardiyanto
Kode Jurnal: jpperikanandd150003