FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MARGIN PEMASARAN SAPI POTONG DAN DAGING SAPI DI KABUPATEN ACEH BESAR

Abstrak: Penelitian dilakukan untuk mengidentifikasi bentuk saluran pemasaran, menghitung bagian harga yang diterima peternak dan pedagang perantara, menganalisis margin pemasaran perdagangan sapi potong. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni sampai Agustus 2011 di Kabupaten Aceh Besar Provinsi Aceh. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah metode survei dan pengamatan langsung di lapangan serta mengadakan wawancara dengan menggunakan kuesioner kepada responden yang terdiri ataspetani peternak sapi potong dan pedagang perantara.Sampel seluruhnya berjumlah 420 respondenyang terdiri dari petani peternak 270 responden, pedagang perantara105 responden,dan konsumen akhir atau pedagang daging 45 orang,  masing-masing diambil dari 3 kecamatan. Lokasi penelitian ditentukan secara purposive sampling method yaitu Kecamatan Seulimeum, Suka Makmur dan Kuta Baro.  Hasil penelitian menunjukkan terdapat 2 saluran pemasaran, saluran pemasaran I dari peternak ke konsumen akhir melalui 2 pedagang perantara yaitu belantik (mugee) dan pedagang daging, sedangkan saluran pemasaran II dari peternak ke konsumen akhir melalui 1 pedagang perantara yaitu pedagang daging. Pada saluran pemasaran I  mugee  mendapatkan  share  pendapatan 24,89% dengan share  biaya 10,38%, sedangkan pedagang daging mendapatkan  share  pendapatan 47,70% dengan share  biaya 17,03%. Pada saluran pemasaran II pedagang daging mendapatkan  share  pendapatan 83,00% dengan share biaya 17,00%. Pada saluran pemasaran I margin pemasaran pada mugee sebesar Rp1.026.293,10/ekor dan pada pedagang daging sebesar Rp1.883.045,98/ekor, sedangkan pada pemasaran jalur II pedagang daging sebesar Rp2.944.838,00/ekor. Koefisien determinasi (R2) sebesar 0.337321 yang berarti margin pemasaran ternak sapi dapat dijelaskan secara bersama-sama sebesar 33,73% oleh biaya pemasaran, harga di tingkat peternak dan jumlah pedagang perantara. Hasil pengujian terhadap biaya pemasaran (x1) berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap margin pemasaran, harga di tingkat peternak (x2) berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap margin pemasaran dan jumlah pedagang perantara (x3) tidak berpengaruh terhadap margin pemasaran. Kesimpulan penelitian ini adalah jalur pemasaran langsung ke pedagang daging memberi pendapatan kepada pedagang namun belum tentu memberi pendapatan kepada peternak.
Kata kunci: Kabupaten Aceh Besar, Margin pemasaran, Saluran pemasaran, Ternak sapi
Penulis: Hendra Koesmara, Sudi Nurtini, dan I Gede Suparta Budisatria
Kode Jurnal: jppeternakandd150035

Artikel Terkait :