EVALUASI PENGGUNAAN DEKSAMETASON PADA PASIEN ANAK DENGAN DEMAM TIFOID
Abstract: Demam tifoid
merupakan suatu penyakit yang disebabkan oleh bakteri gram negatif yaitu
Salmonella typhi. Tatalaksana pengobatan demam tifoid meliputi tiga komponen
yang saling menunjang yaitu perawatan, diet, dan pemberian antimikroba. Pada
pasien demam tifoid mengalami perubahan status mental yang ditandai dengan
delirium, obtundation, dan stupor harus segera di evaluasi meningitis. Jika
hasilnya normal namun dicurigai meningitis tifoid, pasien dewasa maupun anak
harus segera diterapi dengan deksametason. Penelitian ini bertujuan untuk
mengevaluasi pemberian deksametason pada pasien anak dengan demam tifoid di RSU
Puri Raharja Denpasar. Metode: Penelitian yang dilakukan merupakan
observasional dengan jenis penelitian cross-sectional. Penelitian dilakukan di
Rumah Sakit Umum Puri Raharja Denpasar, dengan data pasien yang diambil selama
periode 1 Januari 2013 – 31 Maret 2014. Hasil: Diperoleh 33 pasien demam tifoid
yang memenuhi kriteria inklusi dan tidak memenuhi kriteria eksklusi. Dari 33
pasien demam tifoid yang menjadi subyek penelitian memiliki ketidaksesuaian
penggunaan deksametason pada demam tifoid. Ketidaksesuaian ini disebabkan
pasien yang menerima deksametason tidak memiliki tanda-tanda klinis demam
tifoid dengan perubahan status mental. Kesimpulan: penggunaan deksametason pada
pasien anak dengan demam tifoid di RSU Puri Raharja Denpasar tidak sesuai
karena penggunaan diberikan pada pasien anak dengan demam tifoid yang tidak
memiliki tanda-tanda perubahan status mental, kaku kuduk dan tidak dicurigai
meningitis.
Penulis: Purnami N.P.Y.,
Niruri R., Tanasale J. D., Erlangga I. B. E.
Kode Jurnal: jpfarmasidd140067