Evaluasi Penggunaan dan Efektivitas Antibiotik Profilaksis pada Pasien Bedah Sesar di Rumah Sakit Surakarta Tahun 2010

Abstrak: Penggunaan  antibiotik  profilaksis  pada  operasi  bedah  sesar  dapat  mengurangi  risiko  infeksi  yang berhubungan dengan komplikasi dan infeksi pascaoperasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran dan ketepatan penggunaan serta efektivitas antibiotik profilaksis pada pasien bedah sesar pada dua rumah sakit di Surakarta tahun 2010. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif dengan pengambilan data rekam medis secara retrospektif. Analisis dilakukan terhadap penggunaan antibiotik yang meliputi ketepatan antibiotik dibandingkan dengan ketepatan dosis dan waktu pemberian berdasarkan standar WHO. Sebanyak 200 pasien yang diteliti, ditemukan 76% berusia 20–35 tahun, usia kehamilan sudah cukup bulan (90,5%), lama perawatan di rumah sakit lebih dari 5 hari (46,5%), dan indikasi terbanyak bedah sesar adalah ketuban pecah dini (29%). Antibiotik profilaksis yang digunakan adalah ampisilin (24%),  ampisilin-sulbaktam  (23%),  seftriakson  (19,5%),  sefotaksim  (16%),  amoksisilin-klavulanat (11%), dan sefazolin (6,5%). Ditemukan kesesuaian pemilihan obat dengan standar WHO (30,5%), yang meliputi tepat dosis (6,5%) dan tepat waktu pemberian (52%). Penggunaan antibiotik 100% efektif untuk mencegah luka infeksi setelah operasi.
Kata kunci: Antibiotik, bedah sesar, profilaksis
Penulis: Nurul Mutmainah, Puri Setyati, Niken Handasari
Kode Jurnal: jpfarmasidd140007

Artikel Terkait :