Efektivitas Ondansetron dalam Menangani Mual dan Muntah Pasca Kemoterapi Metotreksat Dosis Tinggi Pada Pasien Anak dengan Leukemia Limfoblastik Akut di Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah
Abstract: Metotreksat dosis
tinggi merupakan salah satu obat yang digunakan untuk kemoterapi leukemia pada
fase konsolidasi. Metotreksat dosis tinggi termasuk emetogenik kategori moderat
yang dapat menyebabkan mual dan muntah akut. Ondansetron adalah salah satu obat
golongan antagonis reseptor serotonin (5-HT3) danmerupakan obat premedikasi
untuk mencegah kejadian mual dan muntah pada pasien kanker yang menjalani
kemoterapi. Namun di RSUP Sanglah ondansetron tidak digunakan sebagai obat
premedikasi, melainkan digunakan sebagai pengobatan kepada pasien LLA anak yang
mengalami mual dan muntah setelah menjalani kemoterapi. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui tingkat keberhasilan dan efek samping ondansetron
dalam menangani mual dan muntah pada pasien LLA anak yang mendapatkan kemoterapi
metotreksat dosis tinggi.
Penelitian ini merupakan penelitian observasional cross-sectional. Pasien
anak (0-12 tahun) dengan LLA mengalami mual dan muntah pasca kemoterapi dengan
metotreksat dosis tinggi di RSUP Sanglah periode Januari 2012 – Mei 2014 dijadikan
sampel dalam penelitian ini. Dari 25 pasien yang menjalani kemoterapi pada fase
konsolidasi, diperoleh 6 pasien yang mengalami mual dan muntah setelah
mendapatkan kemoterapi metotreksat dosis tinggi serta mendapatkan ondansetron.
Keenam pasien tersebut mengalami complete control, 5 pasien mengalami complete
control setelah pemberian ondansetron pertama dan 1 pasien mengalami complete
control setelah pemberian ondansetron kedua. Selain itu tidak ada efek samping
yang ditimbulkan dari penggunaan ondansetron tersebut. Disimpulkan bahwa
penggunaan ondansetron efektif dalam menangani mual dan muntah yang dialami
oleh pasien LLA anak setelah mendapatkan kemoterapi metotreksat dosis tinggi.
Penulis: Dewi, N.L.P.R.,
Ariawati, K., Niruri, R.
Kode Jurnal: jpfarmasidd140093