Efek Spermatogenesis Dan Aprodisiaka Herba Purwoceng (Pimpinella alpina K. D. S.) Pasar Terhadap Tikus Putih Jantan Galur Wistar

Abstrak: Tanaman Purwoceng (Pimpinella alpina K. D. S.) adalah salah satu tanaman terutama bagian akarnya yang digunakan secara tradisional oleh masyarakat sebagai afrodisiaka untuk meningkatkan gairah seksual pada  pria.  Purwoceng  Dieng  mempunyai  harga  yang  relatif  lebih  mahal  sedangkan  purwoceng  pasar harganya relatif terjangkau. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efek spermatogenesis dan afrodisiaka infus  herba Purwoceng  dari  pasar  Surakarta.  Penelitian  menggunakan  15  ekor  tikus  putih  jantan  galur Wistar yang  dibagi  menjadi  3  kelompok,  tiap  kelompok  terdiri  dari  5  ekor  tikus.  Kelompok  I  :  kontrol negatif  (air),  kelompok  II  :  kontrol  positif  (serbuk  purwoceng  +PLUS  pasak  bumi),  kelompok  III  :  infus herba  purwoceng  dari  pasar  Surakarta.  Penelitian  dilakukan  selama  7  hari.  Sediaan  uji  diberikan  secara per  oral  setiap  hari,  selama  5  hari.  Hewan  uji  dikawinkan  pada  hari  ke-0,  2,  4  dan  6.  Efek spermatogenesis  meliputi  uji  kualitas  sperma  diamati  pada  hari  ke-0,  2,  4  dan  6  yang  meliputi  jumlah, motilitas  dan  morfologi  spermatozoa.  Pada  hari  ke-6  dilakukan  penimbangan  bobot  testis  dan  vesikula seminalis.  Efek  afrodisiaka  berdasarkan  pengamatan  perilaku  tikus  putih  jantan  dengan  menghitung frekuensi  climbing  (tikus  jantan  menaiki  tikus  betina).  Hasil  penelitian  menunjukkan  bahwa  herba purwoceng pasar mempunyai efek spermatogenesis dan afrodisiaka pada tikus putih jantan.
Kata kunci: spermatogenesis, afrodisiaka, infus herba purwoceng pasar
Penulis: SUHARTINAH
Kode Jurnal: jpfarmasidd110086

Artikel Terkait :