Analisis Penyebaran dan Genotipe Rubela di Jawa Barat Tahun 2011–2013
Abstrak: Penyakit rubela
menyebar di seluruh dunia dan berbahaya bagi ibu hamil karena dapat menyebabkan
abortus, kematian janin atau sindrom rubela kongenital (congenital rubella
syndrome/CRS) hingga 90%. Penyebaran dan identifikasi genotipe rubela di
Indonesia penting untuk memastikan adanya virus endemis atau importasi yang
menyebar di masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyebaran
dan genotipe rubela di Jawa Barat dalam upaya pencegahan yang efektif.
Penelitian ini dilakukan dengan memeriksa sampel urin penderita suspect
campak menggunakan protokol WHO melalui tahapan isolasi pada sel vero,
uji PCR, uji sekuensing, dan analisis hasil sekuensing. Sampel diambil dari
program surveilans campak-rubela nasional pada tahun 2011 ̶ 2013. Sebanyak 251
sampel urin yang diperiksa, diperoleh hasil sebanyak 32 sampel (12,7%) positif.
Sebanyak 28 kasus (87,5%) merupakan genotipe 1E sedangkan sisanya 4 kasus
(12,5%) merupakan genotipe 2B. Penyebaran virus rubela terutama terjadi di
Kabupaten Kuningan, Garut, Tasikmalaya, Kota Bandung, Kota Cimahi, dan Kota
Tasikmalaya. Pencegahan penyebaran penyakit rubela dan surveilans CRS di
wilayah endemis perlu menjadi prioritas untuk memutus rantai penularan.
Penulis: Acep T. Hardiana,
Ardini S. Raksanagara, Rd. Tina D. Judistiani, Dyah Widhiastuti, Novilia S.
Bachtiar
Kode Jurnal: jpfarmasidd150001