Analisis Kinerja Instalasi Farmasi RS Medika Mulya Wonogiri pada Perspektif Pertumbuhan dan Pembelajaran dan Perspektif Proses Bisnis Internal
Abstrak: Seiring dengan
bertambah tingginya tuntutan
dan harapan pelanggan
terhadap pelayanan kesehatan,
maka perlu adanya peningkatan pelayanan yang berkualitas oleh pihak penyedia
jasa pelayanan kesehatan. Balanced
Scorecard merupakan instrumen
yang powerfull sebagai
alat evaluasi dalam manajemen, karena dapat menilai kinerja Instalasi
Farmasi Rumah Sakit dari empat perpektif,
yaitu keuangan, pelanggan,
proses pelayanan, serta
pembelajaran dan pertumbuhan secara terukur. Jenis penelitian
ini adalah studi kasus bersifat deskriptif. Pengumpulan data secara retrospektif dan
prospektif berupa data
kualitatif dan kuantitatif.
Data dikumpulkan melalui: pengamatan dokumen, pengamatan
langsung, dan penyebaran kuisioner. Data kualitatif dianalisis isinya dan
data kuantitatif dianalisis
secara statistik. Hasil
penelitian memperlihatkan bahwa:
1) kinerja pada perspektif pertumbuhan dan pembelajaran: persentase karyawan
IFRS yang mendapat pelatihan pada tahun
2008 sebesar 44%
dan tahun 2009
sebesar 82%; produktivitas
petugas 84,65%; capaian target indikator pengembangan SIM tahun 2009
adalah 45%; persentase skala semangat kerja 78,54%; 2) kinerja pada perspektif
proses bisnis internal: tingkat ketersediaan obat tahun 2008 sebesar 99,38%;
rata-rata waktu penyediaan obat sebesar 7,63 menit untuk non racik dan 20,33
menit untuk racikan; rata-rata pemberian informasi sebesar 42,25 detik;tingkat
antrian sebesar 100%; dan proporsi obat diserahkan benar 100%.
Kata kunci: evaluasi, kinerja,
perspketif pertumbuhan dan pembelajaran, perspektif proses
bisnis internal, Instalasi Farmasi Rumah Sakit Medika Mulya Wonogiri
bisnis internal, Instalasi Farmasi Rumah Sakit Medika Mulya Wonogiri
Penulis: SAMUEL BUDI, ACHMAD FUDHOLI,
SATIBI
Kode Jurnal: jpfarmasidd110083