Studi Kasus Citra Diri Anak Punk di Yogyakarta
Abstrak: Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui bagaimana citra diri anak punk dan faktor pendorong menjadi punk di
Yogyakarta. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis
studi kasus. Subyek penelitian di sini adalah 3 orang anak punk
dengan kriteria subyek menjadi anak
punk lebih dari 2 tahun,
berdomisili di Yogyakarta, usia 20-40 tahun, dan yang menjadi key informan
adalah 2 orang teman yang sudah lama berteman. Pengumpulan data dengan menggunakan
teknik observasi, wawancara,
dan dokumentasi. Uji
keabsahan data menggunakan
teknik triangulasi sumber dan
triangulasi metode. Teknik
analisis data menggunakan
reduksi data , penyajian
data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukan citra diri
anak punk secara
persepsi adalah suatu
jalan hidup dan gaya
hidup mereka. Secara
karakteristik anak punk
yaitu berupa fashion
yang digunakan dan attitude
yang ditunjukan. Citra
diri mengenai attitude
anak punk terdapat
negatif dan positif.
Citra diri mengenai attitude anak
punk negatif diantaranya terlibatnya punk dalam pergaulan bebas (miras dan
freesex) dan jarang melakukan
ibadah. Di sisi
lain citra diri
mengenai attitude anak
punk yang positif
yaitu mempunyai jiwa sosial yang tinggi terhadap masyarakat. Faktor pendorong
menjadi punk yaitu
dikarenakan faktor teman sebaya, mengidolakan tokoh, dan faktor media.
Penulis: Sandi Rahmadhani
Kode Jurnal: jpbkdd140177