Sinkretisme Hindu-Buddha (Konghuchu) di Pura Batu Meringgit, Desa Candikuning, Tabanan, Bali (Studi tentang Sejarah dan Potensinya Sebagai Sumber Belajar Sejarah)
Abstract: Penelitian ini
bertujuan untuk: (1) Mengetahui bagaimanakah latar belakang keberadaan Pura dan
Kongco Batu Meringgit di Banjar Pemuteran, Desa Candikuning, Baturiti, Tabanan.
(2) Mengetahui aspek apa sajakah yang terdapat di Pura dan Kongco batu Meringgit
yang dapat dijadikan sumber belajar sejarah. Metode yang digunakan dalam
penelitian ini adalah metode penelitian sejarah dengan pendekatan deskriptif
kualitatif dengan langkah-langkah yaitu: (1) Heuristik (Pengumpulan Data), (2)
Kritik Sumber, (3) Interpretasi, (4) Historiografi (Penulisan Sejarah).
Penelitian ini menghasilkan temuan, antara lain: (1) Pura dan Kongco Batu
Meringgit merupakan bangunan yang bercorak Hindu-Buddha, di mana bangunan ini
menunjukkan adanya semacam sinkritisme budaya Hindu-Buddha. Sejarah keberadaan
Pura dan Kongco Batu Meringgit di Desa Pakraman Candikuning adalah kemungkinan
dibangun pada masa perjalanan Ida Rsi Madura yang diduga kuat mendirikan Pura
Batu Meringgit ini pada abad ke 11-12 Masehi. Kongconya sendiri diduga dibangun
oleh Jaya Kasunu yang merupakan keturunan dari Jaya Pangus. Beliau mendirikan
Kongco dengan tujuan untuk menghormati Jaya Pangus yang menikah dengan
perempuan Cina. (2) Aspek yang terdapat di Pura dan Kongco Batu Meringgit yang
bisa dikembangkan menjadi sumber belajar sejarah antara lain, (a) Aspek
historis, (b) Aspek sinkretisme, (c) Aspek bentuk fisik bangunan, (d) Aspek
gotong royong dan kebersamaan, dan (e) aspek religius.
Penulis: I Putu Sandiasa
Adiawan ., Dra. Luh Putu Sendratari,M.Hum
Kode Jurnal: jpsejarah&umumdd140100