SEJARAH SOSIOLOGIS BUDAYA BERNAFKAH KOMUNITAS ADAT SUKU DUANO

Abstract: Tonggak-tonggak sejarah bernafkah Suku Duano yang dilihat dari adaptasi mereka terhadap lingkungan biofisik dapat dikelompokkan menjadi 4 periode. Pengelompokkan ini diperoleh melalui serangkaian proses pengumpulan data dengan teknik observasi, wawancara, dan studi literatur. Periode pertama adalah masa sebelum tahun 1722 dengan budaya bernafkah sebagai pengembara laut yang berburu ikan-ikan ruaya, periode kedua diantara tahun 1722 sampai 1932 sebagai pengembara laut yang berburu ikan-ikan perairan dangkal, periode ketiga dari tahun 1932 sampai 1960 sebagai peralihan dari pengembara laut ke nelayan menetap yang memanfaatkan sumberdaya perikanan muara-pantai, dan periode keempat setelah tahun 1960 sebagai nelayan menetap yang menangkap/menungumpulkan sumberdaya perikanan muara-pantai atau aktivitas menongkah. Interaksi Suku Duano dan negara mempengaruhi perubahan budaya bernafkah budaya bernafkah mereka. Perubahan budaya bernafkah yang dipengaruhi oleh kekuatan negara atau kekuatan lain diluar komunitas dapat disebut semi-natural adaptasi.
Kata Kunci: Suku Duano, Budaya Bernafkah, Adaptasi Semi-natural, pengembara laut, nelayan
Penulis: Viktor Amrifo, Arya H. Dharmawan, Satyawan Sunito, Endriatmo Soetarto
Kode Jurnal: jpsejarah&umumdd140204

Artikel Terkait :