REPRESENTASI IDENTITAS TIONGHOA MELALUI KULINER DI KELURAHAN KAMPUNG BUGIS, SINGARAJA, BALI SEBAGAI SUMBER MATERI AJAR SEJARAH SMA KELAS XII JURUSAN BAHASA
Abstract: Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui (1) latar belakang representasi etnis Tionghoa di
Kelurahan Kampung Bugis, Singaraja, Bali melalui kuliner; (2) jenis-jenis
kuliner yang merepresentasikan identitas etnis Tionghoa di Kelurahan Kampung
Bugis, Singaraja, Bali; dan (3) representasi identitas Tionghoa melalui kuliner
di Kelurahan Kampung Bugis, Singaraja, Bali yang dijabarkan dalam silabus
Sejarah SMA kelas XII jurusan Bahasa sebagai sumber materi ajar Sejarah.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui langkah-langkah yaitu:
(1) penentuan lokasi penelitian; (2) teknik penentuan informan; (3) teknik
pengumpulan data (observasi, wawancara, studi dokumen dan studi pustaka); (4)
validasi data; (5) teknik analisis data; dan (6) teknik penulisan hasil
penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa latar belakang representasi
identitas etnis Tionghoa di Kelurahan Kampung Bugis, Singaraja, Bali dikaji
dari aspek kuliner ada dua faktor yang sangat berpengaruh yaitu faktor sistem
kepercayaan etnis Tionghoa dan faktor sosial budaya di wilayah tersebut.
Jenis-jenis kuliner Tionghoa yang merepresentasikan identitas mereka dapat
dilihat pada sajian persembahan dalam upacara-upacara besarnya serta dalam
makanan-makanan sehari-hari yang dijual secara umum. Nama-nama makanan khas
Tionghoa biasanya mengandung makna tersirat berdasarkan bentuk, rasa maupun
tektur makanannya. Kajian kuliner Tionghoa sebagai representasi identitas etnis
tersebut dapat disisipkan serta dijabarkan dalam silabus Sejarah SMA kelas XII
jurusan Bahasa untuk melengkapi materi ajar yang mengalami missing link pada
masa Orde Baru (Soeharto) hingga Reformasi. Kajian ini dapat disisipkan dalam
materi Sejarah dalam Standar Kompetensi “Merekonstruksi Perjuangan Bangsa Sejak
Orde Baru Sampai Dengan Masa Reformasi”, dengan Kompetensi Dasar
“Merekonstruksi Perkembangan Masyarakat Indonesia Sejak Orde Baru Sampai Dengan
Masa Reformasi”.
Penulis: Ni Komang Trisna
Suparwati, Dra. Luh Putu Sendratari,M.Hum ., Ketut Sedana Arta, S.Pd
Kode Jurnal: jpsejarah&umumdd140097