POTENSI MASJID NUR SINGARAJA, BALI SEBAGAI SUMBER BELAJAR SEJARAH KEBUDAYAAN DI SMA
Abstract: Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui (1) Latar belakang berdirinya Masjid Nur Singaraja,
Bali; (2) Struktur Masjid Nur Singaraja, Bali; dan (3) Potensi yang dapat
dijadikan sumber belajar Sejarah Kebudayaan di SMA dari Masjid Nur, Singaraja,
Bali. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan langkah-langkah:
(1) Penentuan lokasi penelitian; (2) Metode penentuan informan; (3) Metode
pengumpulan data (observasi, wawancara, dan studi dokumentasi); (4) Metode
penjaminan keabsahan data; (5) Metode analisis data; dan (6) Metode penulisan
hasil penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Masjid Nur Singaraja
didirikan sekitar tahun 1820 oleh Ma’ruf Salma. Ada tiga faktor yang melatar
belakangi pendiriannya yakni, faktor religus, faktor budaya, dan faktor sosial,
(2) Pendapat yang dapat menerangkan bentuk bangunan Masjid Nur Singaraja
adalah, pertama dari kalangan orang-orang Arab menyatakan Masjid Nur Singaraja
memiliki kemiripan dengan masjid yang dibangun pertama kali oleh Nabi Muhammad
SAW di Madinah, kedua dari kalangan luar etnis Arab menyatakan bangunan Masjid
Nur Singaraja memiliki kemiripan dengan bangunan kastil yang ada di Eropa, dan
yang ketiga berdasarkan perbandingan penelitan Van den Berg diketahui bentuk
bangunan Masjid Nur Singaraja tanpa Kubah memiliki kemiripan dengan bentuk
bangunan yang ada di negeri Hadramaut. (3) Potensi Masjid Nur Singaraja yang
dapat dijadikan sumber belajar Sejarah Kebudayaan di SMA, yakni Sejarah, tata
kelakuan (pengetahuan), sistem sosial (kebiasaan) dan artefak ( Arsitektur
Masjid Nur Singaraja).
Penulis: Susanti, Dra. Luh
Putu Sendratari,M.Hum, Dra. Desak Made Oka Purnawati,M.Hum
Kode Jurnal: jpsejarah&umumdd140098