Rancangan Perbaikan Alat Bantu Jalan Anak (Baby Walker) Menggunakan Metode Theory of Inventive Problem Solving (Triz)

Abstrak: Masa pertumbuhan adalah masa yang dialami setiap manusia. Terdapat beberapa tahapan yang dilalui oleh seorang anak ketika ada masa pertumbuhan. Tahapan yang mendapatkan perhatian lebih adalah ketika anak mulai belajar berjalan. Proses belajar berjalan yang biasa dilakukan pada saat ini adalah belajar berjalan dengan bantuan orang tua dan belajar berjalan menggunakan alat bantu yaitu baby walker. Baby walker akan menopang tubuh anak sehingga anak tidak perlu dipegangi. Orang tua menganggap alat bantu tersebut merupakan solusi terbaik untuk proses berjalan anak. Namun pada penggunaan baby walker terdapat beberapa masalah yang terjadi, diantaranya adalah tingginya tingkat kecelakaan dan terganggunya pertumbuhan fisik anak. Masalah yang terjadi adalah pertumbuhan yang kurang baik seperti mengalami cacat kaki yang membentuk huruf “O” dan cara jalan anak yang menggunakan ujung jari kaki atau disebut jinjit. Masalah tersebut terjadi akibat dimensi komponen pada baby walker yang sudah ada saat ini tidak sesuai. Metode Theory of Inventive Problem Solving (TRIZ) digunakan untuk memecahkan permasalahan tersebut. Proses pemecahan masalah melalui beberapa tahapan utama yaitu pembuatan situation model, membuat direction for innovation dan  menentukan inventive principles. Proses selanjutnya adalah perancangan produk dan seleksi konsep yang menghasilkan baby walker dengan rancangan khusus untuk mengatasi masalah yang terjadi.
Kata Kunci: Perancangan produk, Theory of Inventive Problem Solving (TRIZ), Baby Walker
Penulis: Rafiskha Tiafani, Arie Desrianty, Caecilia Sri Wahyuning
Kode Junal: jptindustridd130362

Artikel Terkait :