Pura Puseh, Di Desa Pakraman Manuaba, Tegallalang, Gianyar, Bali (Tinjauan Sejarah, Fungsi Pura Dan Potensinya Sebagai Pewarisan Nilai Dalam Pembelajaran IPS Tingkat SMP Berdasarkan Kurikulum 2013)
Abstract: Penelitian ini
bertujuan untuk: (1) Mengetahui Sejarah Pura Puseh Desa Pakraman Manuaba. (2)
Mengetahui Fungsi Pura Puseh Desa Pakraman Manuaba. (3) Mengetahui Potensi Pura
Puseh Desa Pakraman Manuaba Sebagai Pewarisan Nilai Dalam Pembelajaran IPS
Tingkat SMP. Model penelitian yang digunakan untuk menyusun penelitin ini
adalah pendekatan kualitatif yang lebih menekankan pemecahan masalah
kekinian,dengan tahap- tahap: (1) Rancangan Penelitian, (2) Lokasi Penelitian,
(3) Teknik Penentuan Informan, (4) Teknik Pengumpulan Data (Observasi,
Wawancara, Studi Pustaka / Dokumen, Teknik Validitas Data (triangulasi data dan
Triangulasi Metode)), (5) Analisis Data, dan (6) Penulisan Hasil Penelitian.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa, Sejarah Pura Puseh Desa Pakraman
Manuaba, bersamaan dengan berdirinya Desa Manuaba pada tahun 1222- 1417. Pura
Puseh mengandung nilai kepurbakalaan, terbukti dengan beberapa peningalan arca
di Pura Puseh seperti, arca Ganesa, arca perwujudan, lingga, fragmen cetakan
nekara dan beberapa buah fragmen arca.Dengan ditemukanya seni arca di Pura
Puseh, hal tersebut membuktikan lokasi Pura Puseh sekarang diyakini sebagai
sentral dari Desa Manuaba, maka di bangunlah Pura Kahyangan Jagat di lokasi
Pura Puseh saat ini. Fungsi dari Pura Puseh Desa Pakraman Manuaba adalah; (1)
Fungsi Religius, (2) Fungsi Sosial dan (3) Fungsi Budaya. Nilai- nilai yang
terdapat pada Pura Puseh Desa Pakraman Manuaba diantaranya: (1) Nilai Religius,
(2) Nilai Sosial, (3) Nilai Estetik, (4) Nilai Politik, (5) Nilai Ekonomi, dan
(6) Nilai Teoritik. Nilai-nilai ini nantinya akan diwariskan melalui lembaga
sekolah, dengan guru sebagai agen pewarisan nilai.
Penulis: Ni Kadek Dwiyanti .,
Prof. Dr. Nengah Bawa Atmadja,MA ., Drs. I Ketut Margi, M.Si
Kode Jurnal: jpsejarah&umumdd140131