PERSEPSI SISWA TERHADAP SITUS NEKARA PEJENG SEBAGAI SUMBER BELAJAR IPS (STUDI KASUS DI SMP NEGERI 3 TAMPAKSIRING DI KELAS VII A SEMESTER GANJIL TAHUN AJARAN 2013/2014, GIANYAR BALI)
ABSTRAK: Penelitian ini
dilakukan di SMP Negeri 3 Tampaksiring Desa Pejeng, Gianyar yang bertujuan
untuk mengetahui: (1)Karakteristik Nekara Pejeng yang ada di Pura Penataran
Sasih, baik dilihat dari sejarah, bentuk, maupun fungsinya bagi masyarakat
Pejeng, (2) cara memanfaatkan situs Nekara Pejeng sebagai sumber pembelajaran
IPS di kelas VII A SMP Negeri 3 Tampaksiring, (3)Persepsi siswa terhadap
pemanfaatan situs Nekara Pejeng sebagai sumber belajar IPS. Penelitian ini
menggunakan metode deskriptif kualitatif yaitu: (1)Teknik Penentuan Informan,
(2)Teknik Pengumpulan Data,(3)Teknik Observasi,(4)Teknik Wawancara,(5)Teknik
Studi Dokumen,(6)Teknik Penjamin Keaslian Data,(7)Teknis Analisis Data. Hasil
penelitian ini menunjukan dari segi sejarah: bahwa nekara perunggu terbesar
yang berada di Pura Penataran Sasih berukuran 186,5 cm dengan garis tengah 160
cm. Nekara tersebut dianggap sangat suci dan di keramatkan oleh masyarakat Desa
Pejeng. Nekara tersebut di letakkan di sebuah pelinggih yang disebut Ratu
Sasih. Bentuk dari nekara pejeng dengan Karakteristik nekara pejeng merupakan
semacam berumbung yang terbuat dari perunggu yang berpinggang di bagian
tengahnya dan di sisi atasnya tertutup. Fungsi dari situs Nekara Pejeng di
persefektif pendidikan bisa dijadikan tempat belajar di luar kelas. Model
pembelajaran yang di gunakan di SMP Negeri 3 Tampaksiring ialah model Karya
Wisata. Menggunakan model pembelajaran Karya Wisata ternyata menemukan banyak
kesulitan,jadi peneliti menawarkan menggunakan model pembelajaran CTL. Persepsi
siswa terhadap situs Neakara Pejeng dari 42 orang siswa 30 (12,6%) mengetahui
keberadaan situs Nekara Pejeng, dan dari jumlah 42 orang siswa 12 (5,04%) tidak
mengetahui keberadaan situs Nekara Pejeng, dari 42 orang siswa 25 (10,5%)
menyatakan tidak setuju menggunakan model pembelajaran CTL, sedangkan 42 orang
siswa 17 (7,14%) menyatakan bahwa setuju menggunkan model pembelajaran CTL.
Penulis: Ni Made Ary Wahyuni, Dra. Desak Made Oka Purnawati,M.Hum ., Drs. I Ketut Margi, M.Si
Kode Jurnal: jpsejarah&umumdd140118