PERBANDINGAN TEKNIK PEMAJANGAN SAYURAN DAUN UNTUK MEMPERTAHANKAN KESEGARAN SELAMA PENJUALAN

ABSTRAK: Penelitian  ini  bertujuan  untuk  mengetahui  pengaruh  perendaman  akar  sayuran  terhadap  kesegaran selama penjualan.  Sayuran yang digunakan yaitu kangkung dan sawi dari hasil budidaya hidroponik dan konvensional  (tanah). Perlakuan  terdiri  dari  perendaman  dengan  air  teraerasi,  perendaman  dengan  air tidak  teraerasi,  perendaman  dengan  larutan  nutrisi  (EC  0,4  mS/cm)  teraerasi,  pemajangan  ruang bersprayer tanpa perendaman, dan kontrol (tanpa perendaman maupun sprayer).  Perendaman dilakukan dalam wadah kaca (panjang 50 cm, lebar 40 cm, tinggi 20 cm) dan diisi dengan air ± 20 liter/tinggi 5 cm.  Parameter yang diamati adalah kadar air, potensial air daun dan perubahan warna daun.  Hasil penelitian menunjukkan  bahwa  rata-rata  suhu  dan  RH  ruang  berturut-turut  adalah  29oC  dan  80%. Suhu  dan  RH dalam  ruang  bersprayer  tidak  memiliki  perbedaan  yang  jauh.    Perendaman  dengan  aerasi  mampu memperpanjang  kesegaran  sayuran  tanpa  adanya  proses  pelayuan.    Persentase  daun  kuning  mencapai 10%  sampai  5  hari  untuk  kangkung  hidroponik,  2  hari  untuk  kangkung  konvensional,  4  hari  untuk  sawi hidroponik,  dan  2  hari  untuk  sawi  konvensional.  Sayuran  yang  dipajang  dalam  ruang  tanpa  perlakuan (kontrol)  terus  mengalami  pelayuan,  penurunan  kadar  air  dan  peningkatan  potensial  air  dari  awal pemajangan.    Sehingga,  perubahan  warna  lebih  tepat  untuk  parameter  kesegaran  sayuran  dengan perendaman,  sementara  perubahan  kadar  air  dan  potensial  air  lebih  tepat  untuk  sayuran  tanpa perendaman maupun bersprayer.
Kata Kunci: Aerasi, pemajangan, sayuran daun, perendaman
Penulis: Sri Wahyuni, Sugeng Triyono, Ahmad Tusi
Kode Jurnal: jppertaniandd140034

Artikel Terkait :