PERBAIKAN BEBAN KERJA FISIK DAN MENTAL PADA PEMBUATAN KERIPIK SINGKONG MENGGUNAKAN QUICK EXPOSURE CHECK DAN NATIONAL AERONAUTICS AND SPACE ADMINISTRATION - TASK LOAD INDEX (STUDI KASUS: UD. LUMBA-LUMBA, KECAMATAN TUREN, KABUPATEN MALANG)
Abstrak: Lingkungan kerja
mempunyai banyak faktor yang berkontribusi pada efisiensi dan efektivitas
lingkungan kerja tersebut. Faktor manusia perlu untuk dipertimbangkan karena
manusia memiliki keterbatasan dalam segi
fisik dan mental. Pada penelitian ini, penilaian telah dilakukan untuk
mengetahui besar beban kerja yang diderita oleh pekerja dan memberikan perbaikan untuk menurunkan beban kerja
tersebut. Quick Exposure Check (QEC) digunakan sebagai penilaian terhadap
exposure dari Musculoskeletal Disorders (MSDs) yang menggambarkan beban kerja
fisik. Sedangkan Beban kerja mental dinilai menggunakan National Aeronautics
and Space Administration - Task Load Index (NASA-TLX). Penilaian QEC
menunjukkan 4 dari 8 set skor dikategorikan exposure tinggi. Penilaian NASA-TLX
juga menunjukkan bahwa pekerja pada proses penggorengan menderita beban mental
yang tinggi pula dengan nilai rata-rata 72.20833. Beban kerja yang tinggi ini
disebabkan banyak faktor diantaranya adalah tata letak workstation tidak diatur
dengan ergonomis. Pekerja juga menggunakan alat yang tidak ergonomis. Manajemen
pabrik juga tidak mengatur jam kerja dengan baik. Pekerja dapat bekerja hingga
11 jam/hari dan 5 jam tanpa istirahat. Bahan baku juga tidak dikontrol dengan
baik sehingga bahan baku tidak datang dengan teratur dan konstan.
Penulis: Hilal Fahmi,
Ishardita Pambudi Tama, Remba Yanuar Efranto
Kode Jurnal: jptindustridd140172