PENJADWALAN PRODUKSI ROKOK UNTUK MEMINIMALKAN MAXIMUM TARDINESS MENGGUNAKAN ALGORITMA SIMULATED ANNEALING (STUDI KASUS DI PR. ADI BUNGSU MALANG)
Abstrak: PR. Adi Bungsu (PR.
AB) adalah perusahaan rokok yang memproduksi rokok Filter 16 yang telah
tersebar di beberapa daerah di Indonesia. Pentingnya kepuasan konsumen bagi perusahaan
mengharuskan PR. AB menyelesaikan order konsumen tepat waktu. Selama ini, PR.
Adi Bungsu menerapkan aturan jadwal produksi First Come First Served (FCFS),
dimana PR. AB beberapa kali mengalami keterlambatan penyelesaian order Filter
16 hingga melewati batas due date seperti yang terjadi pada bulan April hingga
Juni 2014.. Oleh karena itu, perlu dilakukan penjadwalan produksi dengan
pendekatan yang berbeda untuk menyelesaikan masalah keterlambatan penyelesain
order. Dalam penelitian ini, metode pendekatan yang digunakan dalam penjadwalan
produksi rokok adalah algoritma Simulated Annealing (SA) yang menggunakan hasil
penjadwalan aturan Earliest Due Date (EDD) sebagai jadwal inisiasi dalam
meminimasi nilai Max. Tardiness. Berdasarkan hasil perhitungan yang dilakukan
dapat diketahui efisiensi hasil jadwal algoritma SA terhadap jadwal aktual pada
bulan April sebesar 79%, pada bulan Mei sebesar 52% dan pada bulan Juni sebesar
100%. Hal tersebut menunjukkan bahwa jadwal yang dihasilkan dari algoritma SA
lebih baik dari jadwal aktual PR. AB yang menggunakan aturan FCFS dalam
fungsinya untuk meminimalkan Max. Tardiness.
Penulis; Muhammad Hamdani
Azmi, Sugiono, Ceria Farela Mada Tantrika
Kode Jurnal: jptindustridd150052