MODIFIKASI ALAT BANTU ANGKUT BELERANG UNTUK MENGURANGI INJURY
Abstrak: Aktivitas
pengangkutan belerang yang ada di kawasan Kawah Gunung Ijen masih dilakukan
secara manual yaitu dengan menggunakan alat bantu berupa pikulan. Proses
pengangkutan material menggunakan alat pikul tersebut termasuk dalam metode
Yoke. Metode Yoke adalah metode pengangkutan yang menempatkan tumpuan beban
pada salah satu bahu. Resiko yang muncul pada penambang belerang ini adalah
bagian bahu yang menjadi menebal dan rasa sakit yang terjadi di bagian kaki,
lutut dan pinggang. Adanya resiko menimbulkan perubahan kondisi tubuh dan
cedera ini perlu metode pengangkutan dan alat angkut yang dapat mengurangi
injury. Hasil penelitian setelah melakukan uji coba prototype menunjukkan bahwa
alat angkut perbaikan menggunakan metode pengangkutan rucksack. Metode rucksack
adalah metode pengangkutan yang menempatkan tumpuan beban pada kedua bahu. Dari
hasil analisa terhadap keluhan kerja menggunakan kuesioner Nordic Body Map
terjadi penurunan nilai rata-rata dari 2,54 menjadi 2,2. Rata-rata denyut
jantung mengalami penurunan dari 125,8 denyut per menit menjadi 107,7 denyut
per menit. Berdasarkan perhitungan rata-rata pengeluaran energi mengalami
penurunan dari 7,050 Kkal per menit menjadi 6,245 Kkal per menit. Perhitungan
waktu istirahat istirahat didapatkan penurunan 163,5 menit menjadi 109,8 menit.
Kata kunci: Alat
Angkut,Injury, Nordic Body Map, Pengukuran Denyut Jantung, Pengeluaran Energi,
Waktu Istirahat
Penulis: Brian Daris Firnanda
Sugiono, Ceria Farela Mada Tantrika
Kode Jurnal: jptindustridd150051