PENGARUH VARIASI JUMLAH DAN JARAK ANTAR LAPIS GEOTEKSTIL TERHADAP DAYA DUKUNG DAN PENURUNAN PONDASI MENERUS PADA TANAH PASIR POORLY GRADED
ABSTRACT: Kerusakan konstruksi
pada bangunan seperti
keretakan dinding bangunan
disebabkan oleh keruntuhan geser pada
tanah dan penurunan
berlebih. Permasalahan utama
pada tanah pasir
poorly graded adalah penurunan yang
tinggi dan daya
dukung tanah yang
rendah apabila diberian
pembebanan di atasnya. Salah satu
cara untuk meningkatkan
daya dukung tanah
dapat ditempuh dengan
melakukan pemberian perkuatan. Sistem
perkuatan yang digunakan
adalah dengan memasang
geotekstil geocomposite. Fungsi geotekstil dalam hal ini adalah untuk
perkuatan tanah dimana geotekstil berinteraksi dengan tanah melalui gaya gesek
atau gaya adhesi
untuk menahan gaya
tarik, sehingga daya
dukung tanah dapat
meningkat. Pada penelitian ini digunakan variasi jarak antar perkuatan
yaitu 0.2B, 0.3B, dan 0.4B serta variasi jumlah perkuatan yaitu
satu, dua dan
tiga buah. Hasil
dari pemasangan geotekstil
dalam penelitian ini menunjukkan bahwa
tanah model mengalami
peningkatan daya dukung.
Dimana peningkatan daya dukung
paling maksimum terjadi
saat jarak antar
perkuatan 0.2B dengan
jumlah lapis sebanyak
tiga. Berdasarkan pengujian ini
dapat disimpulkan bahwa
semakin dekat jarak
antar perkuatan dan
semakin banyak jumlah lapisan perkuatan maka daya dukung semakin besar.
Kata-kata kunci: daya dukung,
penurunan, geotekstil-geocomposite, jarak antar perkuatan, jumlah lapis perkuatan,
pondasi menerus
Penulis: Gresi Dadik Wijaya,
Suroso, Harimurti
Kode Jurnal: jptsipildd140171