PEMERTAHANAN TRADISI BUDAYA PETIK LAUT OLEH NELAYAN HINDU DAN ISLAM DI DESA PEKUTATAN, JEMBRANA-BALI
Abstract: Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui, (1) latar belakang masyarakat Desa Pekutatan tetap
mempertahankan tradisi Petik Laut; (2) Proses pelaksanaan tradisi Petik Laut di
Desa Pekutatan, (3) Aspek-aspek dari tradisi Petik Laut yang dapat di pakai
untuk pengembangan suplemen Sejarah Bahari. Penelitian ini menggunakan
pendekatan kualitatif yaitu: (1) teknik penentuan informan; (2) teknik
pengumpulan data (observasi, wawancara, studi analisis/content atau
dokumentasi); (3) teknik analisis data; (4) teknik penulisan. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa latar belakang pemertahanan tradisi Petik Laut di Desa
Pekutatan berkaitan erat dengan fungsi dari tradisi yaitu; (1) pemenuhan
kebutuhan fisik yaitu: (1) fungsi individu yang berkaitan erat dengan kekuatan
rasa aman dan suatu kepuasan diri secara emosional; (2) fungsi sosial berkaitan
erat dengan peningkatan solidaritas sosial antara sesama sehingga menumbuhkan
rasa integrasi sosial antar masyarakat sehingga dapat bekerja sama dengan baik;
(2) pemenuhan kebutuhan psikologis yaitu: (1) keyakinan atau kepercayaan, hal
ini berkaitan erat untuk memohon keselamatan dalam melaut, menghindari diri
dari mara bahaya dalam melaut serta rasa takut oleh hal yang bersifat gaib,
yang ada di luar kemampuan dan nalar manusia atau alam niskala. Proses
pelaksanaan tradisi Petik Laut meliputi : (1) tahap persiapan, (2) tahap
pelaksanaan; (3) tahap penutup. Aspek-aspek dari tradisi Petik Laut yang dapat
di pakai untuk pengembangan suplemen Sejarah Bahari diantaranya: (1) aspek materi
ajar; (2) aspek media pembelajaran.
Penulis: Ida Ayu Komang Sintia
Dewi ., Dra. Luh Putu Sendratari,M.Hum ., Drs. I Wayan Mudana,M.Si
Kode Jurnal: jpsejarah&umumdd140148