Pemanfaatan kebudayaan cina pada masa pemerintahan sri haji jayapangus di pura dalem balingkang, di desa pinggan, kintamani, bangli dan potensinya sebagai sumber belajar sejarah lokal di sma
Abstract: Penelitian ini
bertujuan untuk: (1) Mengetahui latar belakang pendirian Pura Dalem Balingkang.
(2) Mengetahui pengaruh kebudayaan Cina pada masa Sri Haji Jayapangus di Pura
Dalem Balingkang, Desa Pinggan, Kintamani, Bangli dan (3) Mengetahui budaya
Cina di Pura Dalem Balingkang, Desa Pinggan, Kintamani, Bangli sebagai sumber
belajar sejarah lokal di SMA. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah
pendekatan kualitatif dan kuantitatif dengan langkah-langkahnya yaitu: (1)
Rancangan Penelitian, (2) Teknik Penentuan Informan, (3) Metode Pengumpulan
Data, (4) Metode Analisis Data. Penelitian ini menghasilkan temuan, antara
lain: (1) Pura Dalem Balingkang merupakan bekas keraton raja Bali Kuno yang
bergelar Sri Haji Jayapangus. Kata Dalem diambil dari tempat yang disebut Kuta
Dalem Jong Les, kata Bali diambil dari kata “Bali”, dan kata “Kang” diambil
dari nama istri beliau yaitu “Kang Cing We”. Latar belakang pendirian Pura
Dalem Balingkang adalah sebagai bentuk penghormatan kepada raja Balingkang yang
sudah Siddha-Dewata (telah menjadi Dewa) yaitu Raja Jayapangus. (2) Pengaruh
kebudayaan Cina pada masa Sri Haji Jayapangus di Pura Dalem Balingkang
meliputi: (a) Bidang ekonomi, (b) Bidang bahasa dan, (c) Bidang kesenian dan.
(3) Budaya Cina di Pura Dalem Balingkang yang dapat dikembangkan dalam
pembelajaran sejarah lokal di SMA antara lain: (a) Bidang ekonomi dan, (b)
Bidang kesenian dan, (c) Bidang bangunan.
Penulis: I Putu Budiana .,
Drs. I Wayan Mudana,M.Si, Ketut Sedana Arta, S.Pd
Kode Jurnal: jpsejarah&umumdd140110