MONUMEN TUGU PERJUANGAN WIRA WIJAYA SAKTI DI DESA GALUNGAN, SAWAN, BULELENG (DITINJAU DARI LATAR BELAKANG, FUNGSI DAN POTENSINYA SEBAGAI SUMBER BELAJAR SEJARAH DI SMA)
ABSTRAK: Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui (1) latar belakang pendirian Monumen Tugu Perjuangan
Wijaya Sakti di Desa Galungan, Sawan,Buleleng; (2) fungsi serta nilai-nilai
sejarah yang terkandung pada Monumen Tugu Perjuangan Wira Wijaya Sakti Desa
Galungan; (3) potensi dari Monumen Tugu Perjuangan Wira Wijaya Sakti yang bisa
dimanfaatkan sebagai sumber belajar sejarah di SMA. Dalam penelitian ini, data
dikumpulkan dengan menggunakan metode kualitatif dengan tahap-tahap; (1) teknik
penentuan lokasi penelitian, (2) teknik penentuan informan, (3) teknik
pengumpulan data (observasi, wawancara, kajian dokumen), (4) teknik validasi
data (triangulasi data, triangulasi metode), dan (5) teknik analisis data.
Hasil penelitian menunjukkan (1) adanya peristiwa sejarah yang melatarbelakangi
pembangunan Monumen Tugu Perjuangan Wira Wijaya Sakti yaitu peristiwa
pertempuran antara pasukan pejuang lokal (Nyoman Ratep dan Ketut Neca) yang
ikut tergabung dalam pasukan dari I Gusti Ngurah Rai melawan pasukan Belanda
pada tanggal 12 Juni 1946 dalam rangka mempertahankan kemerdekaan NKRI. (2)
Fungsi dari Monumen Tugu Perjuangan Wira Wijaya Sakti yaitu (a) fungsi
edukatiif; (b) inspiratif; (c) rekreatif; dan Nilai-nilai yang terkadung di
dalamnya yaitu : (a) pendidikan; (b) patriotisme; (c) persatuan dan kesatuan;
(d) keindahan. (3) Potensi Monumen Tugu Perjuangan Wira Wijaya Sakti sebagai
sumber belajar sejarah dapat dilihat pada aspek sejarah dan nilai-nilai yang
terkadung pada monumen. Potensi ini dapat memberikan sumbangan pada
pembelajaran sejarah di SMA kelas XII semester ganjil pada silabus dan RPP
kurikulum 2013.
Penulis: I Ketut Agus Adijaya
., Drs. I Ketut Margi, M.Si ., Ketut Sedana Arta, S.Pd
Kode Jurnal: jpsejarah&umumdd140115