Konsep Diri Penyandang Tunaganda (Studi Kasus di SLB Yapenas Sleman)
Abstrak: Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui konsep diri pada penyandang tunaganda yang berada di
SLB Yapenas Sleman. Subjek penelitian ini adalah KN dan DR yang merupakan
penyandang tunaganda di SLB Yapenas Sleman. KN
dan DR merupakan
individu yang hidup
dengan tunadaksa dan
tunagrahita sekaligus. Subjek
penelitian memiliki
persamaan yakni sebagai
individu yang ceria
dan merupakan individu
dengan tunadaksa disertai tunagrahita, namun mempunyai
latarbelakang keluarga yang
berbeda. Lima belas pertanyaan
penelitian diajukan berhubungan dengan tujuan penelitian. Objek penelitian ini adalah konsep diri.
Tempat penelitian di lingkungan sekolah
SLB Yapenas dan
lingkungan kediaman subjek,
yakni di Dusun
Leles Perumahan Condong
Catur dan Dusun Prayan
Wetan, Desa Condong
Catur, Kecamatan Depok,
Sleman. Metode yang
digunakan dalam mengumpulkan data
adalah wawancara dan observasi. Metode yang digunakan untuk menganalisis data
digunakan analisis kualitatif Miles
dan Huberman model
reduksi data, penyajian
data, dan pengambilan
kesimpulan. Hasil penelitian
menunjukkan KN dan DR merasa terhambat
dengan keadaan fisiknya, namun keduanya
tidak merasa malu untuk berinteraksi
sosial di masyarakat.
Lingkungan sosial subjek terbuka
dan menerima KN
dan DR apa adanya. Keluarga subjek juga menerima
subjek apa adanya. Secara keseluruhan dapat ditunjukkan bahwa konsep diri KN
dan DR adalah positif.
Penulis: akbar waskita ifdhil
haq
Kode Jurnal: jpbkdd140180