KETERBUKAAN DIRI REMAJA PADA ORANG TUA YANG BERCERAI
Abstrak: Penelitian ini
bertujuan untuk mendeskripsikan keterbukaan diri yang dilakukan oleh remaja korban
perceraian orang tuanya. Pendekatan penelitian menggunakan pendekatan
kualitatif dengan jenis studi kasus. Pemilihan subjek penelitian menggunakan
teknik purposive dan didapat tiga subjek penelitian yaitu
remaja korban perceraian orang tua di Daerah Istimewa Yogyakarta. Metode
pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam dan observasi sehingga instrumen
pengumpulan datanya berupa
pedoman wawancara dan
pedoman observasi. Teknik
analisis data dilakukan dengan
metode perbandingan tetap.
Uji keabsahan data
menggunakan teknik triangulasi.
Hasil penelitian yang didapat yaitu (1) OP dan AA kaget sedangkan ND
biasa saja, (2) OP bersosialisasi dengan baik, AA dan ND kurang dapat
bersosialisasi dengan baik, (3) komunikasi ketga subjek berjalan baik dengan
orang tua sebelum perceraian, (4) setelah perceraian OP berkomunikasi dengan
kedua orang tua, AA hanya dengan ibu, ND tidak dengan kedua orang tua, (5) OP
terbuka terhadap orang tua dan teman dekat, AA terbuka terhadap kakak dan teman
dekat, ND terbuka terhadap teman dekat, (6) OP,AA,dan ND terbuka secara
langsung, (7) OP mengungkap informasi pribadi maupun akademik, AA dan ND tidak
mengungkap informasi apapun pada oran g tua. Ditemukan pula bahwa penyebab
perceraian dan kompetensi remaja korban perceraian mempengaruhi keterbukaan
diri remaja.
Penulis: Rosalina Dewi
Asriningtyas
Kode Jurnal: jpbkdd140190